GWM Coffee Intelligence 2.0 Hadir dalam Versi Terbaru demi Mewujudkan Berbagai Pengalaman Canggih yang Lebih Mudah Digunakan
VISI.NEWS | BAODING - Baru-baru ini, Great Wall Motor (GWM) versi terkini dari Coffee Intelligence 2.0 resmi dilansir, dan sukses menarik perhatian banyak media serta pengguna.
Coffee Intelligence 2.0 memperkenalkan arsitektur elektronika dan kelistrikan terbaru, serta sasis jenis intelligent drive-by-wire. Platform ini juga memperbarui kokpit canggih, fitur pengemudian canggih (intelligent driving), dan layanan canggih, menghadirkan pengalaman mutakhir yang lebih manusiawi kepada pengguna.
Arsitektur elektronika dan kelistrikan, serta sasis jenis intelligent drive-by-wire merupakan dua komponen utama dari Coffee Intelligence 2.0 terbaru. Arsitektur terbaru ini mewujudkan fitur-fitur canggih yang lebih modern. Sasis jenis intelligent drive-by-wire turut diperbarui demi memenuhi standar pengemudian otomatis L4 dan standar yang lebih tinggi.
Berdasarkan pemutakhiran tersebut, mobil dapat membantu pengemudian (cruise assistance) dalam kecepatan tinggi, kondisi kemacetan lalu lintas (traffic congestion assistance), pemarkiran mobil yang sepenuhnya otomatis lewat satu tombol (one-button start fully automatic parking), serta fitur-fitur pengemudian canggih lainnya. Ketika menemui ruang parkir sempit, pengguna dapat mengaktifkan fitur pemarkiran mobil yang sepenuhnya otomatis lewat satu tombol. Hasilnya, mobil mampu memetakan rute, secara otomatis mengendalikan setir, mengganti transmisi, mengerem, melakukan akselerasi/deselerasi, serta bentuk pengemudian lain. Fitur ini sangat bermanfaat sehingga pengguna mampu mengatasi kendala pemarkiran mobil, seperti memundurkan mobil di ruang parkir.
Platform Coffee Intelligence 2.0 juga melansir sistem kokpit Coffee Intelligence perdana— GC-OS. Dengan mengoptimalkan fitur-fitur seperti asisten pemindaian suara (speech recognition assistant) yang berbasiskan kecerdasan buatan (AI), kendali mobil dari jarak jauh, dan pemutakhiran jarak jauh berbasiskan cloud, sistem tersebut dapat mewujudkan interaksi manusia-komputer sebelum, selama, dan setelah berkendara. Pengaturan suhu penyejuk udara, membuka/menutup sunroof, dan fitur-fitur lain dapat dilakukan dengan perintah suara. Saat bernavigasi, pengguna juga bisa mengendalikan peta dan mengatur rute dengan perintah suara. Dengan demikian, pengaturan manual yang tidak penting dapat dikurangi agar keselamatan berkendara menjadi lebih baik.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!