Gus Yahya Ungkap Ciri Khas dan Keunikan Ulama Nusantara

ED
Senin, 26 Februari 2024 | 14:31 WIB
Bagikan
Gus Yahya Ungkap Ciri Khas dan Keunikan Ulama Nusantara

VISI.NEWS | JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengungkap keunikan ulama Nusantara. Ia mengatakan bahwa tradisi yang dilakukan ulama Nusantara memiliki ciri khas yang tak ditemui pada tradisi keulamaan di tempat atau negara lain. Gus Yahya menjelaskan bahwa para ulama Nusantara tidak hanya tekun dalam berkhidmah kepada ilmu, tetapi juga menjalankan fungsi ri'ayatul ummah atau membimbing umat.

Menurutnya, para ulama di Nusantara telah terbiasa terlibat langsung dalam mengelola masyarakat dan mengupayakan pemenuhan berbagai kebutuhan hidup mereka. “Para kiai kita memiliki tradisi yang unik sejak berabad-abad yang lalu, yang berbeda dari tradisi keulamaan di tempat lain. Ada satu wadzifah dari para ulama kita yang sudah dibiasakan menjadi wadzifah, menjadi adat, tradisi, selama berabad-abad yang tidak kita temui di tempat (negara) lain," kata Gus Yahya pada Malam Puncak Haflatul Imtihan Ke-92 Putra, Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (24/2/2024).

"Tidak kita temui di Hijaz. Tidak kita temui di antara para ulama Mesir dan Afrika Utara. Para ulama Persia, tidak kita temui, hanya kita temui dilakukan oleh para ulama di Nusantara ini. Para ulama kita ini, selain tekun dalam wadzifah berkhidmah kepada ilmu, para ulama juga melakukan fungsi ri’ayatul ummah,” imbuh Gus Yahya.

Ia menambahkan bahwa di wilayah-wilayah Islam lainnya, tanggung jawab ri'ayah umumnya dipegang oleh para sultan atau penguasa. Namun di Nusantara, tanggung jawab tersebut justru langsung dipegang oleh para ulama. Karena itu, wajar jika masyarakat dengan sangat militan dan setia mengikuti tuntunan dari para ulama.

“Karena para ulama tidak hanya menceramahi atau mengomel saja, tetapi juga terlibat langsung dalam mengupayakan pemenuhan segala macam kebutuhan hidup masyarakat," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.

Gus Yahya juga menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan jamiyah yang diprakarsai oleh para ulama. Karena itu, menjadi penting untuk dipahami bahwa keberadaan Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat adalah untuk syariah dan agama.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.