Gus Muhaimin: Bangun Sekolah Tapi Krisis Guru, Pendidikan Takkan Terwujud

ED
Kamis, 22 Desember 2022 | 21:07 WIB
Bagikan
Gus Muhaimin: Bangun Sekolah Tapi Krisis Guru, Pendidikan Takkan Terwujud
- Sarjana pendidikan kita banyak sekali, yang berprestasi juga sangat banyak, tentu bisa diberdayakan tanpa proses seleksi yang rumit

VISI.NEWS | JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar menyoroti krisis guru di dunia pendidikan Indonesia.

Ia menyatakan, meski pemerintah menggenjot pembangunan gedung sekolah dengan fasilitas yang lengkap dan kurikulum yang bagus, namun jika tidak ada guru maka pendidikan tidak akan terwujud.

Sebaliknya, imbuh Gus Muhaimin, tanpa gedung sekolah dan kurikulum pun selama ada guru yang bagus, berkualitas dan berdedikasi, proses pendidikan akan dapat berlangsung dengan baik.

"Ya karena kita tahu guru yang bagus bisa mengajar di mana saja, di rumah warga, di balai desa, atau bahkan di bawah pohon, tanpa terpaku pada bangunan sekolah. Mereka juga dapat membuat kurikulum sendiri sesuai kebutuhan setempat. Tapi kalau gurunya kurang, ya susah," urai politisi yang akrab disapa Gus Muhaimin dalam keterangan resmi seperti dilansir Parlementaria pada Kamis (22/12/2022).

Legislator Dapil Jawa Timur VIII lantas mendorong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mengevaluasi permasalahan di sektor pendidikan saat ini, khususnya terkait krisis guru. Gus Muhaimin menilai guru merupakan unsur utama dalam pendidikan.

"Guru itu inti dari pendidikan. Tanpa mereka saya kira sistem pendidikan kita nggak akan jalan. Tentu saya prihatin kita sekarang ini mengalami krisis guru, padahal guru unsur utama dalam pendidikan," kata Gus Muhaimin.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga meminta Kemendikbudristek untuk segera menyusun solusi jangka menengah dan jangka panjang untuk mengatasi krisis tersebut, mengingat penyediaan guru bukan hanya untuk sekolah negeri, tapi juga untuk sekolah swasta.

"Kendali perbaikan tentu saja ada di tangan pemerintah. Misalnya memperbaiki rekrutmen guru PPPK, manajemennya harus diperbaiki lagi. Seleksi guru harus mengedepankan kualitas dan kapasitas mumpuni," ungkapnya

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.