Gus Ipul: Kemiskinan Bukan Soal Angka tapi Tantangan Peradaban
VISI.NEWS | BANDUNG - Dalam acara Peningkatan Peran Kepala Desa dan Kepala Kelurahan se-Jawa Barat di Bandung, Senin (28/4/2024). Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa kemiskinan bukan sekadar soal angka dan ekonomi, kemiskinan adalah tantangan peradaban.
“Kemiskinan bukan sekadar masalah angka juga bukan sekadar ekonomi. Kemiskinan adalah tantangan peradaban. Mengatasi kemiskinan berarti menyelamatkan masa depan bangsa, memperkuat fondasi keadilan sosial, dan menunaikan amanah konstitusi,” kata Gus Ipul dikutip dari laman resmi Kemensos, Senin (28/4/2025).
"Mengatasi kemiskinan berarti menyelamatkan masa depan bangsa, memperkuat fondasi keadilan sosial, dan menunaikan amanah konstitusi," kata Gus Ipul.
Gus Ipul lantas mengutip pasal 1 ayat (1), undang-undang No 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial yang menyatakan bahwa Kesejahteraan Sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya.
Sementara itu, mengutip data terbaru Badan Pusat Statistik, per Maret 2025 tercatat angka kemiskinan di Jawa Barat di angka 7,08 persen.
"Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya ada wajah anak-anak yang putus sekolah, ibu-ibu tanpa akses kesehatan, dan keluarga-keluarga yang hidup dalam keterbatasan," kata Gus Ipul.
Untuk itu, Kementerian Sosial mendorong dua pilar utama dalam upaya pengentasan kemiskinan, yakni melalui Sekolah Rakyat dan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat akan hadir di tengah masyarakat miskin sebagai ruang pendidikan alternatif yang tak hanya mengajarkan pelajaran dasar, tetapi juga keterampilan praktis, kepemimpinan sosial, dan jiwa kemandirian.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!