Guncangan Kampus ITB, Lagu Erika Viral Picu Kontroversi Publik
2. Respons dan Permohonan Maaf HMT-ITB
Menyadari keresahan yang terjadi di tengah masyarakat, Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) ITB segera mengambil langkah untuk meredam situasi melalui pernyataan resmi di situs web ITB. - Pengakuan Terbuka: HMT-ITB mengakui bahwa konten penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai akademik yang seharusnya dijunjung tinggi.
- Empati kepada Korban: Dalam pernyataannya, mereka menyampaikan keprihatinan dan empati yang mendalam kepada masyarakat luas, terutama perempuan yang merasa tersinggung dengan lirik lagu tersebut.
- Pembersihan Konten: Pihak himpunan telah berkoordinasi untuk segera menurunkan (take down) semua konten video dan audio terkait lagu "Erika" dari kanal resmi maupun akun individu yang berafiliasi.
- Evaluasi Internal: Dilakukan evaluasi komprehensif terhadap pelaksanaan kegiatan organisasi agar selaras dengan etika kampus di masa depan.
3. Langkah Tegas Kampus ITB dalam Menjaga Ruang Aman
Pihak otoritas kampus ITB melalui Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Nurlaela Arief, memberikan penegasan bahwa peristiwa ini menjadi momentum penting bagi universitas untuk memperkuat budaya kampus yang bermartabat.
- Pencegahan Kekerasan Seksual: ITB memandang insiden ini sebagai pengingat untuk memperkuat pencegahan segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual verbal.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!