Gula Tambahan Bukan Alami, Ini Penjelasan Ahli Gizi

Desi Rossilawati
Minggu, 18 Januari 2026 | 15:00 WIB
Bagikan
Gula Tambahan Bukan Alami, Ini Penjelasan Ahli Gizi

VISI.NEWS | BANDUNG - Kesalahpahaman mengenai konsumsi gula masih banyak terjadi di masyarakat, terutama anggapan bahwa semua jenis gula harus dihindari demi menjaga berat badan dan kadar gula darah. Padahal, ahli gizi menegaskan bahwa gula alami dan gula tambahan memiliki perbedaan mendasar yang perlu dipahami agar tidak salah dalam mengatur pola makan.

Ahli Gizi sekaligus penulis, Samantha Cassetty, MS, RD, menyatakan bahwa gula alami yang terkandung dalam buah dan produk tanpa pemanis tidak perlu dihindari. Ia menegaskan Asosiasi Diabetes Amerika justru mendukung konsumsi buah sebagai bagian dari pola makan sehat.

“Asosiasi Diabetes Amerika mendukung konsumsi buah, dan saya pun demikian,” katanya dikutip dari Eating Well, Minggu (18/1/2026).

Ia menambahkan bahwa banyak orang secara keliru menghindari buah ketika mencoba mengurangi gula terutama mereka yang mencoba mengatur berat badan atau kadar gula darah. Padahal itu hanya mitos.

Ia menyerukan agar tidak khawatir mengenai gula alami yang ada di dalam pisang atau yogurt tawar.

“Jika anda mencoba mengurangi asupan gula, fokuslah pada pengurangan gula tambahan,” katanya.

Sementara itu, gula tambahan tak hanya ada di makanan penutup dan minuman soda, produsen makanan menggunakannya untuk pemanis, pengental, pewarna cokelat, pengawet pada bahan makanan.

Ia mengemukakan bahwa gula tambahan muncul di produk-produk yang kerap tak terduga, bahkan menurutnya di dalam granola bar yang kerap diklaim sebagai camilan sehat.

Dia pun menyerukan gula tambahan dalam granola, saus salad, susu nabati mungkin tampak tidak banyak namun dalam bila dikonsumsi secara rutin maka jumlahnya akan meningkat.

Dokter spesialis obesitas Kevin R.Gendreau, MD menambahkan bahwa beberapa jenis gula sering dipromosikan sebagai gula alami seperti sirup maple, agave, madu. Gula jenis ini menurutnya diproses seperti gula pada umumnya di tubuh.

Ia mengatakan bahwa persoalannya bukanlah jenis gula melainkan jumlah yang dikonsumsi tubuh.

Efek gula yang relevan tak hanya menyebabkan kadar gula darah meningkat hingga menyebabkan pra diabetes, diabetes tipe 2, namun efek gula berlebih bisa mengganggu hampir setiap organ utama dalam tubuh mulai dari jantung, usus hingga kulit.

Karenanya perlu mengenali perbedaan gula alami dan tambahan, memperhatikan asupan minuman manis dan membatasi, pilih menu makan yang tepat, kurangi tambahan krimer dan gula pada teh dan kopi, baca kandungan gula dalam label kemasan, serta merencanakan konsumsi makanan manis dengan tepat. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.