Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026

Gula Berlebihan: Penyebab Utama Masalah Kesehatan Serius dan Penuaan Dini

ED
Sabtu, 2 November 2024 | 23:35 WIB
Bagikan
Gula Berlebihan: Penyebab Utama Masalah Kesehatan Serius dan Penuaan Dini
VISI.NEWS | BANDUNG - Seiring berjalannya waktu, pengetahuan membuat kita menyadari bahwa gula memiliki efek negatif. Dalam gaya hidup saat ini, gula telah masuk dalam daftar hitam sebagai salah satu penyebab masalah kesehatan serius. Tidak seindah rasanya, konsumsi gula yang memberikan kenikmatan pada makanan atau minuman dapat membawa seseorang pada kekecewaan. Gula tambahan berpotensi meningkatkan risiko munculnya berbagai gangguan kesehatan. Konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah serius, seperti resistensi insulin, peningkatan risiko diabetes, hipertensi, kegemukan hingga obesitas, dislipidemia, kerusakan gigi, masalah pada kulit, peningkatan risiko kanker, dan bahkan meningkatkan kemungkinan depresi. 1. Tubuh Lebih Cepat Tua Seiring bertambahnya usia, sel-sel tubuh manusia mengalami penuaan, dan proses ini berlangsung lebih cepat ketika tubuh mengonsumsi gula berlebihan. Meskipun asupan nutrisi yang baik penting, dampaknya tidak akan signifikan jika gula tetap dikonsumsi dalam jumlah tinggi. Penuaan tubuh terjadi dari dalam ke luar, mulai dari sel hingga penampilan fisik. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di JAMA Network Open pada 29 Juli 2024, gula dapat mempercepat proses penuaan di tingkat seluler dalam tubuh manusia. Penelitian yang melibatkan 342 perempuan ini menunjukkan bahwa penilaian penuaan tidak hanya berdasarkan penampilan wajah yang muda atau kulit yang kencang dan bebas kerutan, tetapi juga ditentukan oleh adanya gugus metil di permukaan molekul asam deoksiribonukleat (DNA), yang berfungsi sebagai penanda kimia untuk kemudaan sel. "Kami telah mengetahui bahwa tingginya kadar gula tambahan terkait dengan penurunan metabolisme tubuh dan munculnya berbagai penyakit lebih awal. Namun, kini kami menyadari bahwa penuaan epigenetik yang mempercepat proses penuaan tubuh adalah penyebab utama dari kondisi ini,” ungkap Elissa Epel, seorang profesor psikiatri yang terlibat dalam penelitian tersebut. 2. Pola Konsumsi Gula Berlebihan Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden paling sering mengonsumsi minuman manis saat bersantai, yaitu sebesar 35,1%. Kemudian, konsumsi juga terjadi saat makan, baik saat sarapan, makan siang, maupun makan malam, dengan persentase mencapai 25,7%. Selain itu, data yang diperoleh dari responden yang dipilih secara acak menunjukkan bahwa 6,5% di antaranya mengaku tidak lagi mengonsumsi gula pada saat diwawancarai. 3. Membangun Kewaspadaan terhadap Asupan Gula Berlebih Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan imbauan untuk mengurangi asupan gula di kalangan orang dewasa dan anak-anak. WHO merekomendasikan agar mengurangi 10% dari total asupan energi sehari-hari, disusul pengurangan lebih lanjut hingga di bawah 5% atau sekitar 25 gram (6 sendok teh) per hari. Hal ini akan memberikan tambahan manfaat bagi kesehatan. Sebagai gambaran, berikut kandungan gula rata-rata di sejumlah makanan/minuman yang kerap dijumpai dan dikonsumsi sebagai makanan/minuman “ringan”. @berlin

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.