Gubernur Jabar Gandeng Ignasius Jonan dan Susi Pudjiastuti untuk Percepat Pembangunan
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 24 Januari 2025 | 08:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, mengumumkan rencananya untuk melibatkan sejumlah mantan menteri seperti Ignasius Jonan dan Susi Pudjiastuti sebagai penasihat di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan daerah berdasarkan bidang keahlian masing-masing.
"Kita harus menggandeng orang-orang yang ahli. Pak Ignasius akan kita gandeng sebagai penasehat di bidang transportasi. Saya juga tanggal 1 Februari akan menemui Bu Susi untuk menjadi pakar di bidang kelautan, karena Jawa Barat kan dikeliling oleh lautan," ujar Dedi di Gedung Pakuan, Bandung, pada Jumat (24/1/2025).
Selain mereka, Dedi menyebut akan menggandeng Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, yang ia anggap ahli dalam administrasi dan birokrasi. Menurut Dedi, banyak proyek penting yang akan dilaksanakan, termasuk rencana pengembangan transportasi Bandung Raya yang dijadwalkan rampung pada 2026.
"Jadi banyak nanti pakar yang akan kita undang termasuk Pak Bey. Walaupun dia adalah Eselon I di Mensesneg, tetapi tetap dia di balik itu adalah pakar utamanya di bidang administrasi dan penataan birokrasinya keren," ujarnya.
Bey sendiri menyatakan pentingnya pengembangan Kereta Rel Listrik (KRL) di wilayah Bandung Raya untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan konektivitas. Ia yakin, dengan jadwal yang teratur seperti KRL di Jakarta, moda transportasi ini dapat menjadi solusi mobilitas bagi warga Bandung dan sekitarnya.
"Saya sampaikan ke beliau, saya tidak mengubah ruangan sama sekali. Dari zamannya Pak Ridwan Kamil saya hanya menambah satu, yaitu peta transportasi Bandung Raya. Di situ saya bilang pak ini harus jadi KRL, jadi commuter line listrik dan elevated dan beliau setuju," ujar Bey.
"Dengan interval waktu yang seperti di Jakarta saya yakin akan banyak penumpang dari Padalarang menuju Cicalengka dan itu sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang di Jatinangor. Mungkin pergerakan saudara-saudara kita yang tinggal di Cicalengka dan sebagainya yang kerja di Bandung atau dari Padalarang," lanjutnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!