Gubernur Dedi Mulyadi Geram Lihat Tumpukan Sampah di Pasar Gedebage
VISI.NEWS | BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi Pasar Gedebage, Kota Bandung, pada Senin, 28 April 2025. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi tumpukan sampah yang tidak kunjung diangkut selama beberapa bulan terakhir. Dalam kunjungannya, Dedi tampak geram melihat gunungan sampah yang mengganggu aktivitas pasar.
"Siapa ketuanya? Saya buat laporan ke Polda yah. Saya tidak mau seperti ini," cetus Dedi dengan nada tegas di hadapan para pedagang dan pengelola pasar. Ia menilai kondisi tersebut sangat memalukan dan mencerminkan buruknya pengelolaan sampah di salah satu pasar terbesar di Bandung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, yang mendampingi Dedi, menjelaskan bahwa jumlah sampah yang menumpuk di Pasar Gedebage saat ini mencapai 600 ton. Ia juga mengungkapkan bahwa meski sampah tidak diangkut, para pedagang tetap dikenai biaya retribusi sampah setiap bulan.
Farhan menyebutkan, pengelolaan sampah di Pasar Gedebage dilakukan oleh tiga pihak, yakni pengelola swasta, paguyuban pedagang, dan PD Pasar Bandung. Namun, meskipun ada tiga pengelola, persoalan sampah justru semakin parah karena tidak ada pengangkutan yang konsisten.
Mengetahui hal ini, Dedi Mulyadi mengaku bingung dengan sistem pengelolaan sampah di pasar tersebut. Ia mempertanyakan mengapa retribusi tetap dipungut dari pedagang sementara sampah dibiarkan menumpuk tanpa solusi konkret dari pihak pengelola.
Dedi menegaskan bahwa dirinya akan segera melaporkan masalah ini ke Polda Jawa Barat untuk ditindaklanjuti secara hukum. Menurutnya, ada indikasi penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan retribusi sampah di Pasar Gedebage.
Selain itu, Dedi juga meminta Pemerintah Kota Bandung untuk segera melakukan pembenahan di Pasar Gedebage. Ia mengingatkan bahwa keberadaan sampah yang menumpuk tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga membahayakan kesehatan pedagang dan pengunjung.
Kunjungan Dedi Mulyadi ini diharapkan menjadi titik awal bagi perbaikan pengelolaan sampah di pasar-pasar tradisional, khususnya di Kota Bandung. Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan pasar di Jawa Barat bersih dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!