IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Goenawan Mohamad Terima Penghargaan Japan Foundation

ED
Kamis, 20 Oktober 2022 | 08:18 WIB
Bagikan
Goenawan Mohamad Terima Penghargaan Japan Foundation
  • Panitia menilai Goenawan merupakan “salah satu raksasa intelektual Asia pada generasinya”.

VISI.NEWS | TOKYO - Penyair, esais dan pelukis Goenawan Mohamad (81), menerima penghargaan dari Japan Foundation dalam perayaan hari jadi yayasan itu yang ke-50. Anugerah itu diberikan kepada GM, demikian Goenawan biasa disapa, pada Rabu 19 Oktober 2022 malam di Hotel Grand Prince Takanawa, Tokyo.

Bersama Goenawan, penerima penghargaan lainnya adalah Robert Lepage, aktor, penulis naskah drama, sutradara teater dan film asal Kanada. Juga, Asosiasi Korea-Jepang, sebuah lembaga asal Korea Selatan yang mempromosikan persahabatan kedua negara.

Dalam sambutannya, Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi menyatakan Goenawan memiliki peran penting dalam mengembangkan pemikiran yang mempererat hubungan Jepang dan Indonesia. Goenawan secara aktif mempertahankan kebebasan ekspressi dan memperjuangkan kebebasan pers. “Goenawan beberapa kali datang ke Jepang untuk mendiskusikan kebebasan ekspresi,” katanya. Panitia menilai Goenawan merupakan “salah satu raksasa intelektual Asia pada generasinya”.

Dalam kata sambutannya pendiri majalah Tempo itu menyatakan terimakasih atas penghargaan ini. Didera pandemi dan perang di Ukraina, katanya, masa depan menawarkan janji dan kecemasan. “Masa depan bukan semata masa depan tapi merupakan pengulangan atas katestropi yang pernah ada,” kata Goenawan.

Tradisi pemberian penghargaan telah dilakukan Japan Foundation sejak 1973. Penghargaan diberikan setiap tahun kepada individu dan organisasi. Para pemenang dipilih karena dianggap telah memberikan kontribusi signifikan untuk mempromosikan saling pengertian dan persahabatan internasional antara Jepang dan negara-negara lain melalui kegiatan akademik, seni, dan budaya.

Sutradara Jepang, Akira Kurosawajg , pada 1982 pernah menerima anugerah ini. Demikian pula dengqn novelis Haruki Murakami pada 2012. Dari Indonesia penerima lain award ini adalah pemikir kebudayaan Sutan Takdir Alisyahbana (1992).

Ketiga penerima anugerah Japan Foundation Award 2022 dipilih dari 74 aplikasi yang dinominasikan oleh ahli dan masyarakat umum.

Penganugerahan dihadiri oleh Pangeran Hisahito dan istri. Turut hadir dalam resepsi keluarga dan sahabat Goenawan. Di antaranya Widarti Goenawan, istri sekaligus pendiri Majalah Femina, CEO Tempo Media Arif Zulkifli, Indonesianis Lance Castle dan mantan koresponden Majalah Tempo di Jepang, Saichi Okawa.

Pejuang kebudayaan Kurator dan Pelukis Syakieb Sungkar yang juga sahabat Goenawan Mohamad menilai penghargaan itu sudah sewajarnya, mengingat karya-karyanya selama ini sangat banyak dan bervariasi. "Dari karya puisi, teater, novel, esei, dan majalah Tempo. Beliau juga seorang pejuang di tahun 1960an yang ingin menegakkan kebudayaan agar tidak dikendalikan oleh politik, gerakan yang dibuatnya terkenal dengan nama Manikebu," ujarnya. Di tahun 1994, kata Syakieb, dia berjuang kembali untuk menumbangkan rezim Orde Baru, ketika majalah Tempo dibredel. Perjuangannya itu kemudian berhasil pada tahun 1998 dengan tumbangnya Suharto.@mpa

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.