Gibran Inspeksi Mendadak ke Proyek Penataan Koridor Ngarsopuro-Gatsoe
VISI.NEWS | SOLO - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang pada Rabu (24/8/2022) baru aktif bekerja kembali setelah sekitar seminggu isolasi mandiri akibat terkonfirmasi positif Covid-19, pada Rabu petang melakukan inspeksi mendadak di proyek penataan koridor Ngarsopuro-Gatsoe yang berlokasi di depan Istana Mangkunegaran ke arah selatan.
Proyek yang ditinjau wali kota Solo,adalah pembangunan koridor 2 ruas jalan, yaitu Jl. Diponegoro yang dikenal sebagai koridor Ngarsopuro dan Jl. Gatot Soebroto atau koridor Gatsoe, yang ditata ulang menjadi sama dengan koridor Malioboro di Kota Yogyakarta.
Inspeksi mendadak tersebut dilakukan Gibran, karena proyek senilai sekitar Rp 30 miliar tersebut harus rampung pada Desember 2022. Sedangkan sejak dimulainya pengerjaan proyek pada Juli 2022 sampai Agustus 2022, pelaksana proyek dari PT WITA menemui beberapa kendala, sehingga progresnya dilaporkan baru sekitar 8,5 persen.
Seusai melakukan pembicaraan dengan manajer lapangan di ujung Jl. Diponegoro, depan gerbang Istana Mangkunegaran, Gibran menyatakan kepada wartawan, dia ingin memastikan kendala yang dihadapi pelaksana proyek.
"Koridor Ngarsopuro ini kan padat lalu lintasnya. Ada beberapa kendala, seperti masalah lalu lintas dan parkir kendaraan yang menghambat pekerjaan. Kita usahakan segera mengatasi kendala itu supaya tidak mengganggu proyek," katanya.
Terpisah, manajer pelaksana proyek, Riur Pandapotan, menjelaskan kepada wartawan, penataan koridor Ngarsopuro-Gatsoe pada tahap pertama ini adalah membangun kawasan pedestrian. Lantai pedestrian yang semula menggunakan batu candi diganti dengan batu andesit.
"Proyek yang kami kerjakan terdiri dari perbaikan lantai pedestrian, penataan lampu-lampu, furnitur bangku taman dan pembuatan gawangan. Khusus di koridor Gatsoe, akan dibuat kanopi-kanopi dan depan toko seperti di Malioboro," ujarnya.
Dalam proyek penataan koridor sepanjang sekitar 500 meter tersebut, fasad yang menonjolkan karakter Kota Solo yang dirancang Gibran, menurut Riur Pandapotan, semula terbuat dari kayu akan diganti dengan bahan alumunium.
"Fasad yang dirancang pak Wali Kota Gibran tidak ada perubahan. Tetapi fasad yang semula dari kayu, akan kita ganti dengan alumunium. Karena kalau dengan bahan kayu, daya tahannya hanya dua tahun. Kalau menggunakan alumunium bisa bertahan seumur hidup," jelasnya.
Dalam penataan koridor Ngarsopuro-Gatsoe, sambungnya, pihaknya juga berkonsultasi dengan budayawan Sardono W Kusumo yang tempat tinggalnya di Kampung Kemlayan, termasuk kawasan koridor Gatsoe.
Setelah penataan selesai, semua bangunan di gang-gang jalan masuk Kampung Kemlayan akan dibuat mural. Sedangkan para penghuni di gang-gang Kampung Kemlayan yang punya usaha akan dikembangkan, termasuk PKL juga ditata penempatannya di luar koridor Gatsoe.
"Jadi koridor Gatsoe diarahkan untuk aktivitas ekonomi, dengan corak khas bernuansa budaya Jawa," kata Riur lagi. Dia menambahkan, dengan dukungan Wali Kota Solo tahapan pekerjaan proyek akan dapat berjalan sesuai rencana. Berdasarkan perhitungan manajer proyek penataan koridor Ngarsopuro-Gatsoe itu, dalam sisa waktu sampai akhir Desember 2022 pekerjaan proyek dapat diselesaikan tepat waktu.@tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!