Gerindra Targetnya Realistis, 11 Kursi di DPRD Kabupaten Bandung
VISI.NEWS | BALEENDAH - Partai Gerindra Kabupaten Bandung menargetkan 11 kursi untuk DPRD Kabupaten, 2 kursi untuk provinsi dan tiga kursi untuk pusat.
"Saya tidak mau punya target yang muluk-muluk, realistis saja dan terukur. 11 kursi untuk DPRD Kabupaten, 2 kursi untuk Jabar dan 3 kursi untuk pusat, " ujar Ketua Partai Gerindra Kabupaten Bandung H. Yayat Hidayat, S.E., M.M., ketika ditemui seusai pulang umrah di rumahnya di Baleendah, Rabu (10/5/2023) petang.
Yayat yang terlihat lebih ramping dan kulitnya sedikit gelap mengungkapkan bahwa target tersebut realistis, karena saat awal ia menjabat ketua partai besutan Prabowo Subianto itu, Gerindra hanya punya dua kursi di DPRD Kabupaten Bandung. Kemudian naik menjadi 7 kursi pada Pileg 2014 dan kembali 7 kursi di Pileg 2019.
"Dari raihan tersebut, saya mematok 11 kursi. Kalau nanti lebih, bisa 13-14 kursi ya berarti pencapaian yang luar biasa dan mesin partai berjalan dengan baik di Kabupaten Bandung," ujarnya.
Alasan logisnya, kata pria yang konsen pada bidang pendidikan ini, suaranya sendiri pada Pileg 2014 hanya meraih 7 ribuan suara, kemudian di Pileg 2019 naik hampir 100 persen menjadi 13 ribu suara. "Tren tersebut memberi rasa percaya diri pada semua kader partai bahwa Gerindra memasyarakat, terutama di pelosok-pelosok, dan mereka tidak goyah oleh tawaran-tawaran yang sifatnya pragmatis, " ujarnya.
Terlebih, kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung ini, penguatan internal struktur partai berjalan dengan baik, meski ada sedikit dinamika. "Tapi pada prinsipnya struktur partai mulai berjalan dalam penguatan militansi untuk orang-orang terdekat sebelum mengajak orang lain untuk memenangkan Partai Gerindra," tandanya.
Selain itu, katanya, pada Pileg 2024 nanti, para Bacaleg sudah disiapkan orang-orang yang potensial dan punya kontribusi kepada masyarakat. "Karena di Gerindra itu mengedepankan implementasi di masyarakat yang terus terpelihara. Kita bukan partai yang pragmatis, mendekati pemilih saat menjelang pencoblosan saja. Kita sudah memeliharanya jauh-jauh hari kedekatan dengan calon pemilik melalui berbagai program, " ujarnya.
Ditanya kansnya untuk bertarung di pemilihan kepala daerah, Yayat mengatakan, kemungkinan itu bisa saja karena instruksi dari pusat juga untuk melakukan penguatan di daerah-daerah. "Yah, kita lihat saja nanti hasil Pilegnya. Kalau mencapai hasil yang luar biasa, mau tidak mau harus fatsun permintaan pusat untuk siap maju di Pilkada," pungkasnya. @ded/asa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!