Gencatan Senjata Gaza Belum Jelas, Israel Tutup Akses Bantuan Kemanusiaan
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 3 Maret 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | GAZA - Israel mengumumkan akan menghentikan masuknya seluruh barang dan bantuan kemanusiaan ke Gaza dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu (2/3/2025). Namun, Kantor Perdana Menteri Israel tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai keputusan ini, hanya menegaskan adanya 'konsekuensi tambahan' jika Hamas menolak proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Amerika Serikat.
Belum diketahui secara pasti apakah bantuan ke Gaza telah sepenuhnya terhenti. Sementara itu, tahap pertama gencatan senjata antara Israel dan Hamas, yang mencakup peningkatan distribusi bantuan kemanusiaan, telah berakhir pada Sabtu (1/3/2025).
Kedua pihak masih belum mencapai kesepakatan untuk tahap kedua, yang diharapkan akan mencakup pembebasan sandera oleh Hamas sebagai imbalan atas penarikan pasukan Israel dan gencatan senjata permanen.
Israel menyatakan dukungan terhadap perpanjangan gencatan senjata hingga Ramadan dan Paskah pada 20 April 2025, Minggu (2/3/2025). Proposal tersebut diklaim berasal dari utusan Timur Tengah pemerintahan Presiden AS Joe Biden, namun Hamas belum memberikan tanggapan resmi.
Di sisi lain, laporan dari kantor berita Palestina (WAFA) menyebutkan bahwa Israel telah menutup jalur penyeberangan bantuan ke Gaza hingga pemberitahuan lebih lanjut. Keputusan ini dikaitkan dengan berakhirnya fase pertama gencatan senjata serta dugaan pengingkaran Israel terhadap perjanjian tersebut.
Gencatan senjata di Jalur Gaza mulai berlaku sejak Januari 2025, setelah konflik yang berkecamuk sejak 7 Oktober 2023. Akibatnya, puluhan ribu warga Palestina menjadi korban jiwa, sementara ratusan ribu lainnya mengalami luka-luka. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!