Gempa M7,8 hingga M3,8, Ini 12 Gempa Signifikan dalam 30 Hari

ED
PN
Sabtu, 12 September 2026 | 06:59 WIB
Bagikan
Gempa M7,8 hingga M3,8, Ini 12 Gempa Signifikan dalam 30 Hari

Sumber : Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS)

Selain magnitudo dan kedalaman, grafik juga menggunakan indikator Pager Alert yang menunjukkan tingkat peringatan berdasarkan parameter tertentu dalam sistem data yang digunakan. Warna yang ditampilkan terdiri atas oranye, hijau, kuning, dan abu-abu, dengan masing-masing kejadian memiliki kombinasi parameter yang berbeda.

Dalam daftar tersebut, gempa Ende tercatat dengan Pager Alert oranye, sedangkan beberapa gempa lain seperti Pematangsiantar, Tambo, Teluknaga, Nikolski, Ushiku, dan San Leandro tercatat dengan indikator hijau. Sejumlah kejadian lain menggunakan indikator kuning atau abu-abu.

Perbedaan warna tersebut tidak dapat disamakan begitu saja dengan tingkat kerusakan aktual di lapangan. Penilaian dampak gempa tetap membutuhkan data lapangan, termasuk laporan kerusakan bangunan, korban, kondisi infrastruktur, serta intensitas guncangan di setiap wilayah.

Dari sisi intensitas, gempa Las Gabias di Spanyol menjadi salah satu peristiwa yang menonjol karena mencapai VII MMI meskipun magnitudonya 5,2. Sementara gempa Teluknaga dengan magnitudo 6,6 tercatat pada IV MMI dalam grafik karena kedalamannya mencapai lebih dari 350 kilometer.

Perbandingan tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat tidak seharusnya menilai risiko gempa hanya berdasarkan angka magnitudo. Kedalaman sumber, jarak dari episentrum, kondisi geologi lokal, kepadatan penduduk, serta kualitas konstruksi merupakan faktor penting yang menentukan dampak sebuah gempa.

Bagi Indonesia, keberadaan gempa M7,8 di Ende, M6,9 di Pematangsiantar, dan M6,6 di Teluknaga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi. Masyarakat perlu mengetahui jalur evakuasi, mengenali tempat berlindung yang aman, serta memahami langkah perlindungan diri ketika guncangan terjadi.

Secara keseluruhan, 12 kejadian dalam grafik menggambarkan spektrum aktivitas kegempaan yang luas, mulai dari gempa M3,8 hingga M7,8. Peristiwa-peristiwa tersebut tersebar di kawasan dengan karakter tektonik berbeda dan menunjukkan bahwa gempa bumi merupakan fenomena global yang terus berlangsung.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.