Gempa M7,7 NTT, BNPB: 14 Orang Tewas

Desi Rossilawati
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:42 WIB
Bagikan
Gempa M7,7 NTT, BNPB: 14 Orang Tewas

Ilustrasi./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 14 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Data tersebut merupakan pemutakhiran hingga Sabtu pukul 12.30 WIB.

Selain korban meninggal dunia, BNPB mencatat dua orang mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan. Data tersebut masih dalam proses pendataan, verifikasi, dan validasi di lapangan.

"Berdasarkan pemutakhiran data hingga pukul 12.30 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia, dua orang luka berat dan 11 orang luka ringan. Data tersebut masih dalam proses pendataan, verifikasi dan validasi di lapangan," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan di Jakarta, Sabtu.

Korban meninggal dunia sementara tersebar di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Sikka 3 orang, Kabupaten Manggarai: 6 orang, dan Kabupaten Manggarai Timur: 5 orang.

Sementara itu, korban luka dilaporkan berada di Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur.

Sekitar 2.000 Warga Mengungsi

BNPB juga mencatat sekitar lima kepala keluarga terdampak. Selain itu, sekitar 2.000 warga melakukan pengungsian atau evakuasi secara mandiri.

"Sebagian besar warga melakukan evakuasi menyusul guncangan kuat dan peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan setelah gempa utama," kata Berton SP Panjaitan.

Dari sisi kerusakan bangunan, BNPB sementara mencatat 54 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan 11 rumah rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas publik, meliputi lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga fasilitas ibadah, dan enam kantor pemerintahan.

Manggarai Alami Dampak Signifikan

Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak kerusakan cukup signifikan. BNPB mencatat 29 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan sembilan rumah rusak ringan.

Selain rumah warga, lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan di Kabupaten Manggarai juga mengalami kerusakan.

Sementara itu, Kabupaten Manggarai Timur mencatat 23 rumah rusak berat akibat gempa.

Di Kabupaten Nagekeo, dampak sementara meliputi dua rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, dan dua rumah rusak ringan. Dua fasilitas ibadah juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan, sedangkan lima kantor pemerintahan terdampak.

Kondisi terkini di wilayah tersebut juga dilaporkan mengalami kemacetan arus lalu lintas. Selain itu, aliran listrik masih padam.

BNPB masih melakukan pemutakhiran data terkait korban dan kerusakan akibat gempa. Data yang disampaikan dapat berubah seiring proses pendataan, verifikasi, dan validasi di lapangan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.