Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Getaran Terasa hingga Bengkulu

ED
PN
Sabtu, 12 September 2026 | 06:43 WIB
Bagikan
Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Getaran Terasa hingga Bengkulu

Pusat gempa berada di laut 49 km barat laut Jakarta. /visi.news/bmkg

VISI.NEWSGempa bumi bermagnitudo 5,9 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026), dini hari. Gempa yang berpusat di laut tersebut terjadi pada pukul 04.23.56 WIB dan getarannya dirasakan di sejumlah wilayah di Pulau Jawa hingga Sumatra.

 Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut pada koordinat 5,81 derajat Lintang Selatan dan 106,56 derajat Bujur Timur. Lokasi tersebut berada sekitar 49 kilometer barat laut Jakarta.

 BMKG mencatat gempa berada pada kedalaman 376 kilometer. Dengan kedalaman tersebut, gempa tergolong gempa dalam dan getarannya dapat dirasakan dalam wilayah yang cukup luas.

 Gempa terjadi ketika sebagian besar masyarakat masih beristirahat. Meski demikian, laporan BMKG menunjukkan getaran gempa dirasakan di berbagai daerah dengan intensitas yang berbeda-beda.

 Wilayah yang merasakan guncangan dengan intensitas paling tinggi dalam laporan BMKG tercatat mencapai skala III Modified Mercalli Intensity (MMI), antara lain Cilacap, Nagrak, dan Kalapanunggal.

 Pada skala III MMI, getaran umumnya dirasakan nyata di dalam rumah, terutama oleh sebagian orang. Getaran juga dapat membuat benda-benda ringan atau benda yang tergantung mengalami gerakan.

 Sementara itu, sejumlah wilayah lainnya merasakan gempa pada skala II hingga III MMI. Daerah yang masuk dalam kategori tersebut antara lain Rancaekek, Lembang, Garut, Bandung, Sukabumi, Cianjur, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Malang, Kota Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman, dan Solok Selatan.

 Laporan BMKG juga mencatat getaran pada skala II MMI di Lemong, Semaka, Bengkunat, serta Nias Tengah.

 Dengan cakupan laporan tersebut, guncangan gempa tidak hanya dirasakan di sekitar Jakarta dan Jawa Barat, tetapi juga hingga sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bengkulu, dan Sumatra bagian barat.

 Khusus di Kota Bengkulu, gempa dilaporkan dirasakan pada skala II–III MMI. Wilayah Sumur di Bengkulu juga masuk dalam daftar daerah yang merasakan getaran dengan intensitas yang sama.

 Di Sumatra Barat, guncangan dilaporkan terasa di Padang, Mentawai, Pariaman, dan Solok Selatan dengan intensitas II–III MMI. Sementara Lemong, Semaka, dan Bengkunat merasakan getaran pada skala II MMI.

 BMKG sebelumnya memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Dengan demikian, tidak terdapat peringatan tsunami yang dikeluarkan menyusul gempa bermagnitudo 5,9 tersebut.

 Meski tidak berpotensi tsunami, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik apabila kembali merasakan guncangan.

 “Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,” demikian peringatan BMKG.

 Hingga informasi tersebut dirilis, belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa. Kondisi di wilayah yang merasakan guncangan masih dalam pemantauan dan pendataan.

 Gempa dengan kedalaman 376 kilometer tersebut menunjukkan bahwa sumber gempa berada cukup jauh di bawah permukaan bumi. Kondisi ini dapat menyebabkan energi gempa dirasakan di wilayah yang lebih luas, meskipun tingkat guncangannya berbeda-beda dari satu daerah ke daerah lainnya.

 BMKG merilis informasi gempa dirasakan tersebut pada pukul 04.28.56 WIB, sekitar lima menit setelah kejadian gempa utama.

 Masyarakat yang merasakan gempa diimbau tetap memperhatikan kondisi lingkungan di sekitarnya. Apabila terdapat bangunan yang mengalami kerusakan setelah guncangan, warga sebaiknya tidak langsung memasuki bangunan sebelum memastikan kondisi strukturnya aman.

 Warga juga dianjurkan menjauh dari benda-benda yang berpotensi jatuh dan memastikan jalur keluar rumah tidak terhalang. Langkah sederhana tersebut penting dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan apabila terjadi gempa susulan.

 Gempa ini kembali mengingatkan masyarakat bahwa aktivitas seismik dapat dirasakan dalam cakupan wilayah yang luas. Indonesia berada di kawasan dengan aktivitas tektonik tinggi sehingga kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana.

 Informasi mengenai gempa juga perlu diperoleh dari sumber resmi. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama mengenai potensi tsunami, kekuatan gempa, maupun dampak yang ditimbulkannya.

 Hingga laporan terakhir, parameter gempa tercatat bermagnitudo 5,9, berpusat di laut pada koordinat 5,81 LS dan 106,56 BT dengan kedalaman 376 kilometer. Gempa tidak berpotensi tsunami, tetapi BMKG tetap mengingatkan kemungkinan gempa susulan.

 Dengan getaran yang dirasakan mulai dari wilayah sekitar Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur hingga Bengkulu dan sejumlah wilayah Sumatra, gempa tersebut menjadi salah satu peristiwa seismik yang dirasakan cukup luas pada Sabtu dini hari.

 Pemantauan terhadap kondisi pascagempa masih terus dilakukan. Masyarakat di berbagai daerah yang merasakan getaran diminta tetap tenang, mengikuti informasi dan arahan resmi BMKG serta lembaga terkait, dan segera melaporkan apabila menemukan kerusakan atau kondisi yang membahayakan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.