Gempa M 7,8 Guncang Filipina Selatan, 15 Orang Tewas
Ilustrasi./visi.news/ist.
VISI.NEWS | BANDUNG - Gempa bumi berkekuatan magnitude 7,8 mengguncang lepas pantai pulau Mindanao, Filipina selatan, Senin (8/6/2026), menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai lebih dari 100 korban.
Gempa ini menyebabkan bangunan runtuh dan memicu peringatan tsunami di wilayah pesisir, termasuk Kota General Santos, yang memiliki sekitar 720.000 penduduk.
Kaur Bin Opsnal Satreskrim Polres Bogor Iptu Dwi Wiyanto menjelaskan bahwa gempa pertama disusul oleh serangkaian gempa susulan, dengan yang terkuat mencapai magnitude 6,5. Video yang beredar di media sosial, diverifikasi AFP, memperlihatkan sebuah pusat perbelanjaan dengan restoran Jollibee runtuh menjadi puing, sementara bangunan kampus sekolah juga ambruk.
"Ya Tuhan, bangunan itu benar-benar runtuh! ... Bangunan itu benar-benar runtuh!" terdengar seseorang berteriak saat struktur sekolah roboh, menunjukkan kepanikan masyarakat. Gempa terjadi pagi hari saat sekolah kembali dibuka setelah libur panjang, sehingga banyak anak-anak yang berada di gedung sekolah sempat mengalami guncangan hebat sebelum dievakuasi.
Presiden Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan tanggap bencana segera di Mindanao. Lembaga pemerintah diarahkan menyiapkan bantuan, pusat evakuasi, dan kesiapan operasi penyelamatan. Militer Filipina juga mengerahkan unit tanggap bencana ke daerah-daerah terdampak.
"Ini adalah gempa terkuat yang pernah kami alami," kata Benjie Ancheta, kepala polisi Kota Alabel, Sarangani, saat gempa terjadi saat upacara pengibaran bendera, membuat beberapa orang pingsan. Bandara General Santos juga ditutup sementara hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Gempa ini memicu peringatan evakuasi di negara tetangga Indonesia dan Malaysia, yang kemudian dicabut. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan kesiapannya membantu Filipina dan mendoakan keselamatan warga terdampak. Australia dan Jepang juga mengeluarkan peringatan tsunami awal, dengan ketinggian gelombang hingga 0,2 meter, sebagai tindakan pencegahan terhadap pantai utara mereka.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!