Gegera Cemburu, Motif Dibalik Aksi Penyiraman Air Keras di Sukabumi

Desi Rossilawati
Rabu, 1 Januari 2025 | 07:42 WIB
Bagikan
Gegera Cemburu, Motif Dibalik Aksi Penyiraman Air Keras di Sukabumi

VISI.NEWS | SUKABUMI - Polisi mengungkap motif dibalik aksi Gagan (57) yang melakukan penyiraman air keras terhadap istrinya, Dedeh (45). Insiden yang terjadi di Kampung Dukuh Nara, Kabupaten Sukabumi itu dipicu rasa cemburu pelaku.

Gagan mencurigai korban menjalin hubungan dengan pria lain sehingga dia merencanakan aksinya itu.

“Pelaku merasa cemburu dan menuduh istrinya menjalin hubungan dengan pria lain. Dalam keadaan emosi, pelaku mengambil botol air keras yang sudah disiapkan sebelumnya dan menyiramkan kepada korban,” kata Samian, Senin (30/12/2024).

Insiden penyiraman air keras ini dilakukan pelaku di dalam rumah, di Kampung Dukuh Nara, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Minggu (29/12/2024) pagi. Yang menjadi sasaran pelaku adalah istrinya Dedeh, akan tetapi saat kejadian ada anak-anak serta cucu korban.

Ketika melihat penganiayaan yang dilakukan ayah tiri, anak-anaknya mencoba melindungi ibunya. Namun yang terjadi, mereka turut menjadi korban.

Samian menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk kekerasan. Hal itu diungkapkan Samian, terkait insiden penyiraman air keras oleh Gagan (59) yang membuat istri, anak tiri beserta cucu tirinya masuk rumah sakit karena luka bakar.

Dalam kasus tersebut, Gagan dijerat Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 44 ayat (1) dan (2) jo Pasal 5 huruf (a) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” ujar Samian. @andri

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.