Gaza Terancam Kembali Memanas, Netanyahu Perintahkan Mobilisasi Pasukan
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 12 Februari 2025 | 21:50 WIB
VISI.NEWS | PALESTINA - Situasi di Jazirah Arab kembali memanas setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengeluarkan ancaman untuk mengakhiri gencatan senjata di Gaza. Jika Hamas tidak segera membebaskan sandera sebelum Sabtu siang, Israel akan kembali melancarkan serangan militer secara besar-besaran.
Pernyataan ini disampaikan Netanyahu setelah menggelar pertemuan dengan para pejabat tinggi pemerintahnya, termasuk Menteri Pertahanan dan Menteri Keamanan Nasional. Mereka semua mendukung rencana untuk melanjutkan pertempuran jika tuntutan Israel tidak dipenuhi.
"Jika Hamas tidak mengembalikan sandera kami pada Sabtu siang - gencatan senjata akan berakhir dan IDF (militer) akan kembali bertempur sengit sampai Hamas akhirnya dikalahkan," kata Netanyahu.
Sebelumnya, gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah berlangsung dalam beberapa fase, dengan Hamas secara bertahap membebaskan sandera Israel. Namun, kelompok tersebut mengklaim bahwa Israel telah melanggar kesepakatan dengan tetap melakukan serangan dan menghambat masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.
"Trump harus ingat bahwa ada kesepakatan yang harus dihormati oleh kedua belah pihak, dan ini adalah satu-satunya cara untuk membawa kembali para tahanan (Israel)," kata pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri.
Sementara itu, Amerika Serikat melalui Presiden Donald Trump juga mendukung langkah Israel, dengan menegaskan bahwa Hamas harus segera membebaskan para sandera. Jika tidak, Israel akan memberikan serangan tanpa ampun.
Saat ini, situasi masih berkembang dengan Hamas yang tetap menuntut kepatuhan Israel terhadap gencatan senjata sebagai syarat untuk membebaskan sandera. Namun, dengan meningkatnya ketegangan dan mobilisasi pasukan Israel ke perbatasan Gaza, ancaman jilid II semakin nyata. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!