Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Gaza Terancam Kembali Memanas, Netanyahu Perintahkan Mobilisasi Pasukan

Desi Rossilawati
Rabu, 12 Februari 2025 | 21:50 WIB
Bagikan
Gaza Terancam Kembali Memanas, Netanyahu Perintahkan Mobilisasi Pasukan
VISI.NEWS | PALESTINA - Situasi di Jazirah Arab kembali memanas setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengeluarkan ancaman untuk mengakhiri gencatan senjata di Gaza. Jika Hamas tidak segera membebaskan sandera sebelum Sabtu siang, Israel akan kembali melancarkan serangan militer secara besar-besaran. Pernyataan ini disampaikan Netanyahu setelah menggelar pertemuan dengan para pejabat tinggi pemerintahnya, termasuk Menteri Pertahanan dan Menteri Keamanan Nasional. Mereka semua mendukung rencana untuk melanjutkan pertempuran jika tuntutan Israel tidak dipenuhi. "Jika Hamas tidak mengembalikan sandera kami pada Sabtu siang - gencatan senjata akan berakhir dan IDF (militer) akan kembali bertempur sengit sampai Hamas akhirnya dikalahkan," kata Netanyahu. Sebelumnya, gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah berlangsung dalam beberapa fase, dengan Hamas secara bertahap membebaskan sandera Israel. Namun, kelompok tersebut mengklaim bahwa Israel telah melanggar kesepakatan dengan tetap melakukan serangan dan menghambat masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza. "Trump harus ingat bahwa ada kesepakatan yang harus dihormati oleh kedua belah pihak, dan ini adalah satu-satunya cara untuk membawa kembali para tahanan (Israel)," kata pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri. Sementara itu, Amerika Serikat melalui Presiden Donald Trump juga mendukung langkah Israel, dengan menegaskan bahwa Hamas harus segera membebaskan para sandera. Jika tidak, Israel akan memberikan serangan tanpa ampun. Saat ini, situasi masih berkembang dengan Hamas yang tetap menuntut kepatuhan Israel terhadap gencatan senjata sebagai syarat untuk membebaskan sandera. Namun, dengan meningkatnya ketegangan dan mobilisasi pasukan Israel ke perbatasan Gaza, ancaman jilid II semakin nyata. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.