Future Connect 2026 Pertemukan Ribuan Pencari Kerja dan Industri, Tekan Angka Pengangguran
VISI NEWS - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung terus berupaya memperluas akses kerja bagi masyarakat melalui gelaran Job Fair Future Connect 2026 yang berlangsung di Miko Mall, Kamis (30/7/2026).
Mengusung tagline 'Temukan Potensimu, Terhubung dengan Peluang, Raih Karirmu', kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja berkualitas.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan persoalan pengangguran menjadi salah satu tantangan besar yang harus ditangani bersama. Menurutnya, kondisi ekonomi yang penuh tekanan, mulai dari kenaikan kurs hingga meningkatnya harga kebutuhan pokok, turut memberikan dampak terhadap dunia usaha dan kesempatan kerja.
“Banyaknya pengangguran apabila tidak ditangani dengan baik bisa berdampak pada persoalan sosial lainnya, termasuk meningkatnya kriminalitas. Karena itu, kami terus berupaya bagaimana angka pengangguran bisa ditekan, minimal dipertahankan agar tidak meningkat,” ujar Yayan.
Saat ini, tingkat pengangguran terbuka di Kota Bandung berada di angka sekitar 7,22 persen atau sekitar 99.300 orang. Yayan menyebut kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama, terlebih ketika banyak perusahaan juga menghadapi tantangan ekonomi global.
Menurutnya, Job Fair Future Connect bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi salah satu strategi konkret untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan pencari kerja.
“Job fair bukan formalitas. Setiap bulan kebutuhan perusahaan berubah, jumlah lowongan juga berubah. Dari kegiatan ini kami dapat melihat berapa jumlah pencari kerja yang hadir, berapa yang diterima, dan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan job fair berikutnya,” katanya.
Yayan menjelaskan, kegiatan job fair sebelumnya telah memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Dari pelaksanaan job fair sebelumnya, tercatat sekitar 1.600 pencari kerja berhasil terserap ke berbagai perusahaan.
Selain mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, Future Connect 2026 juga menghadirkan berbagai layanan pendukung ketenagakerjaan, seperti BPJS Ketenagakerjaan, Coaching Clinic Ketenagakerjaan, konsultasi karier, serta berbagai kegiatan pendukung lainnya termasuk pembagian doorprize.
Dalam kegiatan tersebut, Disnaker Kota Bandung juga memberikan perhatian khusus terhadap penyandang disabilitas. Yayan menyampaikan apresiasi kepada perusahaan yang telah membuka kesempatan kerja bagi kelompok disabilitas.
“Untuk penyandang disabilitas, ini menjadi prioritas kami. Terima kasih kepada perusahaan yang sudah memberikan kesempatan. Sekecil apa pun kontribusinya, ini sangat berarti karena membuka ruang kesetaraan dalam dunia kerja,” ungkapnya.
Selain penempatan kerja di dalam negeri, Disnaker Kota Bandung juga terus mengembangkan program peningkatan kompetensi dan peluang kerja luar negeri. Salah satunya melalui kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk mempersiapkan warga Kota Bandung yang akan bekerja ke Jepang.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 40 warga Kota Bandung dilepas untuk mengikuti program kerja ke Jepang melalui tiga LPK, yakni LPK Bahana, LPK Heika, dan LPK WKM. Para peserta telah mendapatkan pelatihan bahasa, budaya, kedisiplinan, serta persiapan fisik sebelum keberangkatan.
“Kesempatan bekerja di luar negeri, khususnya Jepang, sangat terbuka. Saat ini masih banyak kebutuhan tenaga kerja di Jepang, terutama bidang caregiver atau perawat lansia, konstruksi, hingga sektor lainnya,” jelas Yayan.
Ia berharap para pekerja asal Kota Bandung dapat menjaga nama baik daerah ketika berada di luar negeri. Menurutnya, selain keterampilan, kemampuan beradaptasi dengan budaya dan etos kerja menjadi faktor penting agar pekerja Indonesia mampu bersaing.
Yayan menambahkan, Disnaker Kota Bandung akan terus memperkuat pelatihan berbasis industri, mulai dari tingkat dasar hingga kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar kerja. Program pelatihan tersebut menjadi upaya pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja.
“Prioritas kami adalah bagaimana masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan industri. Kami akan terus melakukan pelatihan, penempatan tenaga kerja, serta memperluas kerja sama agar semakin banyak warga Kota Bandung mendapatkan peluang kerja,” pungkasnya.
Dengan adanya Job Fair Future Connect 2026, Pemerintah Kota Bandung berharap semakin banyak pencari kerja yang terhubung dengan dunia usaha, sekaligus mendorong terciptanya tenaga kerja yang kompeten, mandiri, dan berdaya saing.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!