Fortusis setuju Perbasi Cup ditunda, "Koni dan Dispora Kota Bandung Harus Memperhatikan Ini"
VISI.NEWS | BANDUNG - Berkenaan dengan polemik yang terjadi pada rencana penyelenggaraan Perbasi Cup Kota Bandung yang akan diselenggarakan pada 2 Maret sampai 7 Mei 2023, para orang tua telah menyampaikan keberatan kepada klub - klub bolabasket Kota Bandung kalau anak-anaknya mengikuti kegiatan Perbasi Cup di bulan maret 2023, mengingat bulan maret ini padat kegiatan siswa seperti Ujian, UTS, Ujian Praktek, study tour dll
Dalam suratnya yang ditujukan kepada Ketua Koni Kota Bandung Dr Nuryadi M.Pd., para orang tua mengusulkan agar diundur pada bulan Mei 2023.
"Kami telah mengajukan keberatan dan mengusulkan agar Perbasi Cup 2023 diundur ke bulan Mei 2023 terutama untuk KU 18, namun pihak Panpel bersikukuh untuk menyelenggarakan di bulan Maret hingga menimbulkan polemik dikalangan Klub Kota Bandung dan apabila tidak bisa mengikuti ketetapan Perbasi Kota Bandung maka dipersilahkan mundur dari keikutsertaan Perbasi Cup Kota Bandung dan bahkan yang mengikuti Perbasi Cup Kota Bandung 2023 ini pun dengan keterpaksaan untuk mengikuti kegiatan ini dengan mengesampingkan kegiatan akademik anak-anak yang berpotensi memecah konsentrasi anak-anak dibidang akademik," ujar Owner Walrus Basketball, Rachmanto Sudardjat kepada VISI.NEWS, Kamis (23/2/2023).
Adapun alasan Panitia Pelaksana Perbasi Cup Kota Bandung adalah untuk menghadapi Kejurda Jabar dan pemilihan pemain Kota Bandung sehingga tidak bisa memundurkan jadwal Perbasi Cup.
"Selain masalah waktu penyelenggaraan Perbasi Cup yang tidak tepat juga masalah uang pendaftaran Perbasi Cup 2023 ini sebesar Rp 2.000.000,- (Dua juta rupiah) per tim yang sangat membebani Klub-klub Perbasi Kota Bandung dan dirasa bahwa biaya ini adalah seperti pendaftaran kejuaraan yang dilakukan oleh pihak swasta (open turnamen) yang seharusnya untuk sebuah pembinaan adalah dengan biaya yang minim atau di subsidi oleh Perbasi Kota Bandung karena sumber dana ada agar tidak memberatkan klub. Hal ini tidak akan menjadi polemik apabila Perbasi Kota Bandung mau mendengarkan masukan dari para pemilik klub yang tidak sedikit yang mempunyai latar belakang Pendidikan UPI dan berkarya sebagai pengajar di lingkungan sekolah di Kota Bandung," tuturnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!