Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

Felly Estelita Runtuwene Dorong Vaksinasi Campak Berbasis Cuaca dan Pemetaan Risiko

Desi Rossilawati
Selasa, 21 April 2026 | 12:34 WIB
Bagikan
Felly Estelita Runtuwene Dorong Vaksinasi Campak Berbasis Cuaca dan Pemetaan Risiko

VISI.NEWS | JAKARTA - Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menekankan pentingnya perencanaan vaksinasi campak yang lebih terukur dan berbasis data.

Terkhusus dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan karakteristik wilayah di Indonesia. Ia menilai pendekatan distribusi vaksin selama ini masih cenderung reaktif, padahal pola penyebaran penyakit di negara tropis seperti Indonesia dapat diprediksi.

Legislator Fraksi Partai NasDem ini pun mendorong agar pemerintah menyusun strategi vaksinasi yang mempertimbangkan siklus musim serta potensi kemunculan wabah di daerah tertentu.

"Dengan demikian, intervensi dapat dilakukan lebih dini sebelum kasus meningkat,” ujar Felly di Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar fokus penanganan penyakit tidak hanya tertuju pada satu isu tertentu, seperti tuberkulosis, tetapi juga tetap memperhatikan penyakit lain yang berpotensi menimbulkan wabah, termasuk campak dan polio. Menurutnya, keseimbangan program imunisasi sangat penting untuk menjaga ketahanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Felly menilai, pemerintah perlu memiliki pendekatan berbasis perhitungan yang matang dalam menentukan prioritas vaksinasi. Hal ini mencakup pemetaan wilayah rawan, waktu penyebaran penyakit, hingga kesiapan distribusi vaksin agar dapat menjangkau masyarakat secara optimal.

“Tapi bukan berarti mengabaikan juga yang lain-lain, seperti vaksin campak dan mungkin polio dan lain sebagainya. Jadi ini juga jangan diabaikan, tetap kita harus menghitung,” tegasnya.

Di sisi lain, Felly juga mendorong adanya model prediksi yang lebih ilmiah dalam membaca potensi penyebaran wabah di Indonesia. Dengan kondisi geografis sebagai negara tropis, menurutnya sudah seharusnya pemerintah memiliki rumusan yang mampu memperkirakan kapan dan di mana suatu penyakit berpotensi meningkat.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.