Farhan: Pendidikan Jadi Kunci Bangun SDM Unggul

ED
PN
Senin, 7 September 2026 | 07:00 WIB
Bagikan
Farhan: Pendidikan Jadi Kunci Bangun SDM Unggul

VISI.NEWSWali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu kunci utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan mampu memberikan kontribusi bagi daerah maupun Indonesia.

Menurut Farhan, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana memperoleh pengetahuan, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kompetensi, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Hal tersebut disampaikan Farhan saat memberikan sambutan dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Keluarga Masyarakat Aceh Bandung (Kamaba) di Gedung Aula Daan Mogot, Markas Pusat Pendidikan Infanteri, Kota Bandung, Minggu (6/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Farhan menyampaikan bahwa Kota Bandung memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pendidikan di Indonesia. Keberadaan berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung dinilai menjadi peluang besar bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk mendapatkan pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan mereka.

"Kota Bandung sebagai kota pusat pendidikan akan menghadirkan maslahat bagi kita semuanya," ujar Farhan.

Farhan mengatakan, Bandung selama ini menjadi salah satu tujuan pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia. Masyarakat Aceh menjadi salah satu kelompok yang turut memanfaatkan berbagai fasilitas pendidikan dan perguruan tinggi yang ada di Kota Bandung.

Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi di Bandung dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan dan kebutuhan dunia kerja di masa mendatang.

Ia menilai pembangunan SDM tidak cukup hanya mengandalkan potensi yang dimiliki suatu daerah. Pengembangan manusia membutuhkan pendidikan yang mampu melahirkan tenaga profesional dengan berbagai keahlian.

Farhan menyebut kebutuhan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari insinyur, akademisi, pengusaha hingga talenta-talenta dengan kompetensi khusus yang diperlukan untuk menjawab tantangan masa depan.

Karena itu, Pemerintah Kota Bandung, kata Farhan, terbuka untuk memberikan ruang bagi generasi muda dari berbagai daerah yang ingin belajar, mengembangkan kompetensi, serta membangun masa depan di Kota Bandung.

"Saya sebagai Wali Kota Bandung yang punya darah Aceh, saya merasa berkewajiban untuk membuka pintu sebesar-besarnya agar putra-putri terbaik di Aceh bisa kuliah di perguruan tinggi terbaik yang ada di Indonesia, salah satunya di Bandung," katanya.

Farhan menegaskan, semangat tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Aceh. Ia ingin Bandung terus berkembang sebagai kota yang terbuka bagi siapa pun yang memiliki niat baik untuk menuntut ilmu, bekerja, mengembangkan diri, dan memberikan kontribusi positif.

Menurutnya, keterbukaan tersebut menjadi bagian dari karakter Kota Bandung sebagai kota yang dihuni masyarakat dengan latar belakang beragam. Keberagaman itu, kata dia, merupakan kekuatan yang perlu terus dirawat melalui persaudaraan, kolaborasi, dan rasa saling menghargai.

"Kita akan membangun Kota Bandung ini sebagai kota yang memberikan ruang hidup dan ruang tumbuh bagi siapapun yang memiliki niat baik di sini," ucap Farhan.

Selain memperkuat akses dan ekosistem pendidikan, Farhan juga melihat adanya peluang untuk mengembangkan skema dukungan pendidikan melalui pengelolaan dana sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga diarahkan pada program pemberdayaan yang memiliki dampak jangka panjang.

Menurut Farhan, pemanfaatan dana sosial untuk pendidikan dan pengembangan usaha dapat membantu masyarakat meningkatkan kemampuan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi. Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Farhan berharap ekosistem pendidikan di Kota Bandung dapat terus berkembang dan melahirkan generasi yang memiliki kompetensi serta daya saing. Talenta-talenta tersebut nantinya diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi Bandung, tetapi juga kembali berkontribusi di daerah asal masing-masing maupun untuk Indonesia.

"Untuk itulah pendidikan adalah kunci. Tolong jaga sama-sama bahwa Kota Bandung sebagai kota pusat pendidikan yang akan menghadirkan maslahat bagi kita semuanya," tuturnya.

Dalam sambutannya, Farhan juga memberikan perhatian terhadap keberadaan masyarakat Aceh yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sosial Kota Bandung. Ia mengapresiasi komunitas masyarakat Aceh yang terus menjaga hubungan persaudaraan dan berkontribusi dalam kehidupan masyarakat di Kota Bandung.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan dan momentum berkumpul. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat tali silaturahmi, menjaga persaudaraan, serta mempererat hubungan antara masyarakat Aceh dan masyarakat Kota Bandung.

Farhan menilai masyarakat Aceh telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberagaman Kota Bandung dan kehidupan Indonesia secara keseluruhan.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan dan membangun kolaborasi. Menurutnya, keberagaman tidak seharusnya menjadi sekat, tetapi menjadi kekuatan untuk bersama-sama membangun kota.

"Terima kasih untuk persaudaraan, terima kasih untuk persahabatan, terima kasih untuk kepercayaan yang telah diberikan kepada kami selama ini untuk tetap bersama-sama menjadikan Kota Bandung kota warga Aceh di tanah Pasundan," pungkasnya.

Melalui penguatan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan keterbukaan terhadap seluruh kelompok masyarakat, Farhan berharap Kota Bandung semakin mampu menjalankan perannya sebagai pusat pendidikan sekaligus ruang hidup dan ruang tumbuh bagi generasi muda dari berbagai daerah.

Pemerintah Kota Bandung juga mendorong agar keberadaan komunitas-komunitas daerah, termasuk masyarakat Aceh, terus menjadi bagian dari kekuatan sosial yang memperkaya kehidupan masyarakat di Kota Bandung. Semangat persaudaraan dan kolaborasi dinilai penting untuk memastikan pembangunan kota dapat memberikan manfaat bagi seluruh warga.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.