Evaluasi Percepatan Booster, Pemkot Bandung Siapkan Sejumlah Strategi
Ia juga menekankan, untuk mewaspadai momentum kepulangan jamaah haji ke tanah air. Perlu adanya skema rinci alur kepulangan para jamaah haji, terutama yang terkonfirmasi positif Covid-19.
"Untuk mewaspadai kepulangan jemaah haji yang terkonfirmasi positif, kita akan mendorong isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing," kata Asep.
Harus antisipasi juga bagi pihak keluarga agar tetap menjaga jarak dengan anggota positif yang baru pulang haji agar tidak terjadi klaster baru," ungkapnya.
Selain itu, Asep juga mengerahkan Dinas Pendidikan (Disdik) juga turut memantau protokol kesehatan (prokes) di sekolah-sekolah. Sebab menurutnya, seusai jam sekolah anak-anak kerap berkerumun tanpa menggunakan masker.
"Kita juga harus memonitor proses pembelajaran tatap muka (PTM). Sebab banyak anak yang sudah melepas masker sambil main dan jajan berkerumun," akunya.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, dr. Ahyani Raksanagara mengaku telah mengedarkan surat untuk seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Bandung agar mengaktifkan kembali piket harian.
"Namun, memang tidak bisa setiap hari. Karena vial untuk booster ini tidak sama dengan vaksin dosis I dan II. Sehingga harus didata dulu jumlah pastinya dari pihak kewilayahan agar para petugas faskes bisa mempersiapkan jumlah yang pas," jelas Ahyani.
Sehingga dengan begitu, kebutuhan dan pembukaan vial vaksin booster bisa terkelola dengan baik. Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Tedi Ahmad Junaedi menjelaskan, alur pemulangan jamaah haji Kota Bandung akan dilakukan secara bertahap.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!