Evaluasi Angkutan Lebaran 2026, Erna Sari Dewi Soroti Ketimpangan Konektivitas di Bengkulu
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Erna Sari Dewi, menyoroti ketimpangan konektivitas transportasi di sejumlah daerah, khususnya Bengkulu, dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, BMKG, dan Basarnas, Senin (13/4/2026).
Rapat yang membahas evaluasi pelaksanaan infrastruktur dan layanan transportasi selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 tersebut mencatat bahwa secara umum kinerja transportasi nasional tergolong baik.
“Secara keseluruhan cukup baik dan pergerakan masyarakat juga tinggi, terutama dari sisi penerbangan,†ujar Erna.
Ia menjelaskan, tingkat keterisian penumpang (load factor) penerbangan selama periode tersebut mencapai 78 hingga 83 persen, bahkan menyentuh puncak hingga 86 persen. Hal ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat serta meningkatnya permintaan transportasi udara.
Namun demikian, Erna mengingatkan agar pemerintah tidak hanya melihat capaian agregat semata. Ia menilai masih terdapat persoalan serius terkait pemerataan konektivitas antar wilayah.
Erna menyoroti adanya ketidakkonsistenan dalam kebijakan rute penerbangan. Menurutnya, terdapat wilayah dengan tingkat keterisian di bawah 60 persen namun rutenya tetap dipertahankan. Sebaliknya, ada daerah lain dengan load factor sekitar 65 persen (kelas ekonomi) dan 20 persen (kelas bisnis) justru mengalami penghapusan rute.
Ia secara khusus menyinggung kondisi di Provinsi Bengkulu yang dinilai semakin tertinggal dari sisi konektivitas udara.
“Maskapai seperti Garuda Indonesia sudah tidak lagi melayani rute ke Bengkulu dengan alasan load factor rendah, padahal ada daerah lain yang lebih rendah tetapi tetap dilayani,†tegasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!