Erdogan Tekankan Pentingnya Peningkatan Perdagangan Turki-Rusia setelah Pembicaraan dengan Putin
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 25 November 2024 | 22:25 WIB
VISI.NEWS | TURKI - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengungkapkan komitmennya untuk meningkatkan aliran perdagangan antara Turki dan Rusia setelah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Minggu (24/11/2024). Dalam pernyataannya, Erdogan menyatakan bahwa diskusi tersebut mencakup berbagai topik, termasuk hubungan bilateral serta isu-isu regional dan global. Ia menekankan bahwa tujuan utama Turki adalah memperkuat kerjasama dengan Rusia, terutama dalam hal perdagangan. Kremlin juga merilis pernyataan yang sejalan dengan hal ini, menyoroti pentingnya kerjasama perdagangan dan ekonomi antara kedua negara.
Meski Turki merupakan anggota NATO dan berusaha untuk bergabung dengan Uni Eropa, Erdogan telah memilih kebijakan netralitas terkait konflik Ukraina. Turki sebelumnya memfasilitasi pembicaraan damai pada 2022 dan menginisiasi Inisiatif Gandum Laut Hitam, sambil menolak sanksi AS terhadap Rusia. Saat ini, Turki adalah pembeli terbesar ketiga minyak mentah Rusia, dan Rusia menjadi mitra impor utama bagi Turki.
Di sisi lain, meskipun Turki telah memblokir beberapa ekspor barang yang bisa digunakan untuk tujuan militer ke Rusia, negara ini tetap terus mengekspor senjata ke Ukraina, yang menimbulkan kekhawatiran dari Rusia. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengkritik kebijakan ini, mempertanyakan sikap Turki yang ingin berperan sebagai mediator. Erdogan dan Putin telah bertemu beberapa kali sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina, dan Turki baru-baru ini mengajukan diri untuk menjadi anggota penuh BRICS, langkah yang didukung oleh Rusia. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!