Erdogan Kritik Usulan Trump soal Gaza: Tak Masuk Akal
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 10 Februari 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | TURKI - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menolak rencana yang diajukan Presiden AS Donald Trump, yang berupaya mengusir lebih dari dua juta warga Palestina dari Gaza dan mengambil kendali wilayah tersebut pada Minggu (9/2/2025).
Dalam konferensi pers sebelum keberangkatannya ke Malaysia di Bandara Istanbul, Erdogan menyatakan bahwa Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur adalah milik rakyat Palestina.
"Tidak ada seorang pun yang memiliki kekuatan untuk mengusir warga Gaza dari Tanah Air abadi mereka yang telah ada selama ribuan tahun," katanya, dikutip dari AFP.
"Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur adalah milik warga Palestina," ujar dia.
Menurut Erdogan, proposal kontroversial ini memicu reaksi keras dari dunia Arab dan Muslim. Lalu gagasan yang dikemukakan pemerintahan AS di bawah pengaruh pemimpin Zionis tidak pantas untuk dibahas.
"Proposal-proposal tentang Gaza yang diajukan oleh pemerintahan baru AS di bawah tekanan dari para pemimpin Zionis tidak ada yang layak dibahas dari sudut pandang kami," kata Erdogan.
Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, turut mengutuk rencana tersebut dalam wawancara dengan televisi Palestina, menyebutnya sebagai usulan yang tidak masuk akal secara historis.
"Pengusiran warga Palestina tidak dapat diterima," katanya.
Sementara itu, Trump mengklaim akan menjadikan Gaza "luar biasa" dengan membersihkan bom dan puing-puing, serta melakukan pembangunan ekonomi di wilayah tersebut. Namun, ia belum menjelaskan bagaimana cara memindahkan penduduk Gaza dari tanah mereka.
"AS akan mengambil alih Jalur Gaza dan kami juga akan bekerja di sana. Kami akan menguasainya," ujar Trump. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!