Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Enam Bayi Meninggal di Gaza Akibat Cuaca Dingin & Krisis Kemanusiaan

Desi Rossilawati
Rabu, 26 Februari 2025 | 22:10 WIB
Bagikan
Enam Bayi Meninggal di Gaza Akibat Cuaca Dingin & Krisis Kemanusiaan
VISI.NEWS | GAZA - Sedikitnya enam bayi meninggal dunia dalam dua minggu terakhir di Jalur Gaza akibat cuaca dingin ekstrem, kurangnya tempat berlindung, serta tidak adanya pemanas yang memadai. Rumah Sakit Patient's Friends Benevolent Society (PFBS) di Kota Gaza melaporkan bahwa mereka merawat sembilan bayi baru lahir yang mengalami komplikasi kesehatan akibat suhu dingin yang ekstrem. Dari jumlah tersebut, lima bayi meninggal dunia, sementara satu lainnya dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif neonatal (NICU). Tragedi serupa juga terjadi di Khan Younis, di mana keluarga seorang bayi perempuan berusia dua bulan melaporkan bahwa anak mereka meninggal akibat kedinginan. Pihak Rumah Sakit PFBS mendesak pengiriman karavan dan bahan bakar untuk membantu hampir 945.000 pengungsi Palestina yang kini bertahan di tenda dan tempat penampungan sementara. Di tengah kondisi sulit ini, Hamas menuduh Israel gagal mengizinkan masuknya tenda, karavan, serta perlengkapan tempat berlindung lainnya dalam jumlah yang telah disepakati selama gencatan senjata lima minggu terakhir. Namun, Israel membantah tuduhan tersebut. Saat ini, hampir 70 persen bangunan di Jalur Gaza rusak atau hancur, sementara sistem kesehatan di wilayah tersebut nyaris runtuh. Dari 35 rumah sakit, hanya 18 yang masih beroperasi sebagian, dengan kekurangan peralatan medis serta pasokan penting lainnya. Menurut laporan meteorologi, suhu malam hari di Gaza turun di bawah 10 derajat Celsius selama dua minggu terakhir, kondisi yang sangat berbahaya bagi bayi baru lahir yang tinggal di tempat penampungan terbuka tanpa pemanas. "Dalam beberapa minggu terakhir, kami merawat sembilan bayi baru lahir di rumah sakit kami. Mereka datang dengan kondisi yang disebut 'cedera akibat kedinginan' atau hipotermia," ujar dokter anak di Rumah Sakit PFBS, Samer Lubad kepada Al Jazeera TV. "Tiga bayi berhasil selamat, dirawat dengan baik, dan telah dipulangkan. Masih ada satu bayi yang dirawat di unit perawatan intensif neonatal (ICU) kami dalam kondisi kritis." sambungnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kondisi tragis ini terjadi akibat kombinasi faktor seperti cuaca dingin, minimnya tempat berlindung yang layak, tidak adanya pemanas sentral, serta keterbatasan pasokan listrik di Jalur Gaza. Tragedi ini menambah deretan penderitaan warga Gaza di tengah konflik yang telah berlangsung selama 16 bulan, memperburuk krisis kemanusiaan yang masih belum mendapatkan solusi konkret. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.