elang Persija vs Persib, PSSI Harap Laga Aman dan Lanca
Kesebelasan Persib Bandung melakukan tos terakhir jelang kick off laga pekan ke-23 Liga 1 2024-2025 melawan Persija Jakarta yang didukung pendukungnya The Jakmania, di Stadion Patriot Candrabhaga, Minggu (16/2/2025)./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Persija Jakarta akan menghadapi Persib Bandung pada pekan kedua BRI Super League 2026-2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Pertandingan Persija vs Persib menjadi salah satu laga yang mendapat perhatian penggemar sepak bola Indonesia karena mempertemukan dua klub klasik di Tanah Air.
PSSI melalui Sekretaris Jenderal, Yunus Nusi, berharap pertandingan berjalan lancar, aman, dan tidak menimbulkan kendala. Apalagi, izin keamanan untuk pertandingan yang digelar oleh panitia pelaksana Persija juga telah diperoleh.
Yunus mengatakan PSSI sebelumnya berharap pertandingan dapat dihadiri perwakilan suporter Persib Bandung, meski hanya dalam jumlah terbatas.
Menurut dia, kehadiran tersebut dapat menjadi bagian dari kampanye persaudaraan dan persahabatan antarsuporter.
"Kami awalnya berharap pertandingan ini dapat dihadiri perwakilan suporter Persib Bandung, meski hanya lima atau 10 orang," kata Yunus dalam keterangnnya dikutip Kamis (10/9/2026).
"Ini demi kampanye persaudaraan, persahabatan, dan menyampaikan bahwa rivalitas itu hanya pada dua klub yang bertanding."
Namun, PSSI menyerahkan keputusan tersebut kepada pihak keamanan, Persija, dan The Jakmania apabila kehadiran suporter Persib di Jakarta belum memungkinkan.
"Ke depan, PSSI akan pelan-pelan hal ini bisa terjadi yakni suporter Persib bisa ke laga home Persija atau sebaliknya, begitu juga seperti suporter Arema FC dengan Persebaya," ujarnya.
Yunus mengatakan komunikasi dan niat baik dari seluruh pihak dapat membuka peluang bagi suporter klub-klub yang memiliki rivalitas untuk hadir di pertandingan tandang.
"Insya Allah, dengan komunikasi dan niat baik dari semua pihak, hal itu sangat mungkin terwujud. Karena sejatinya, sepak bola adalah pemersatu bangsa, bukan sesuatu yang memisahkan kita," tambahnya.
Yunus juga mengajak suporter Persija maupun Persib untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kondusivitas selama pertandingan.
Dia meminta suporter tidak mudah terprovokasi dan menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
"Saya juga mengajak seluruh suporter, baik Persib maupun Persija, untuk bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan, dan kondusivitas," ujarnya menambahkan.
"Jangan mudah terprovokasi, jangan melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, dan mari kita hormati aturan serta aparat keamanan yang bertugas," katanya.
Yunus menegaskan bahwa rivalitas kedua klub cukup berlangsung selama 90 menit pertandingan.
"Rivalitas cukup 90 menit di lapangan. Di luar itu, kita tetap satu bangsa, satu Indonesia. Mari kita jaga ketertiban, kedamaian, dan persaudaraan," jelasnya.
Dia berharap suporter kedua klub dapat kembali berdampingan dan bersama-sama menjaga perkembangan sepak bola Indonesia.
Melihat situasi dan kondisi terkini, Yunus menyarankan suporter Persib untuk menyaksikan pertandingan melalui kegiatan nonton bareng di daerah masing-masing.
"Setelah melihat situasi dan kondisi terkini dan komitmen bersama untuk sepak bola Indonesia, akan lebih baik suporter Persib melakukan nonton bareng saja di tempat atau daerah masing-masing," kata Yunus.
"Jangan memaksakan diri untuk datang ke Jakarta dan atau ke Stadion Gelora Bung Karno."
Dia berharap pertandingan Persija vs Persib tetap berlangsung dalam suasana damai dan tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan kedua tim.
"Semoga iklim sepak bola Indonesia tetap damai dan tidak ada hal-hal yang negatif yang dapat merugikan tim yang bertanding," tutur Yunus Nusi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!