Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Efek Mengerikan Pembakaran Styrofoam: Racun yang Terlepas ke Udara

Desi Rossilawati
Senin, 28 April 2025 | 01:00 WIB
Bagikan
Efek Mengerikan Pembakaran Styrofoam: Racun yang Terlepas ke Udara
VISI.NEWS | BANDUNG - Styrofoam seringkali digunakan sebagai pembungkus makanan karena praktis, ringan, dan murah. Namun, apa yang terjadi saat Styrofoam dibakar bisa sangat merugikan bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Meskipun terlihat sepele, pembakaran Styrofoam melepaskan sejumlah zat berbahaya yang bisa menyebabkan dampak serius. Ketika Styrofoam dibakar, salah satu zat yang terlepas adalah stirena. Stirena adalah gas beracun yang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti kelelahan, pusing, kesulitan konsentrasi, hingga perubahan cara penglihatan warna. Lebih buruk lagi, stirena merupakan zat karsinogenik yang dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker darah dan esofagus, pada orang yang sering terpapar gas ini. Selain stirena, pembakaran Styrofoam juga menghasilkan PAH (Hidrokarbon Aromatik Polisiklik), yang memiliki efek berbahaya jangka pendek seperti iritasi mata dan mual. Dalam jangka panjang, PAH dapat merusak hati, ginjal, dan bahkan menyebabkan katarak. Zat ini juga dapat bertahan di lingkungan selama bertahun-tahun, memperburuk polusi. Tak hanya itu, pembakaran Styrofoam juga melepaskan karbon hitam yang dapat masuk ke paru-paru, menyebabkan bronkitis dan penurunan fungsi paru-paru. Karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2) juga terlepas, yang berbahaya untuk kesehatan. CO, yang dikenal sebagai 'silent killer', dapat menyebabkan gejala mirip flu seperti pusing dan sakit kepala, bahkan pingsan atau kematian dalam jumlah besar. CO2, meskipun kurang toksik, dapat menyebabkan kekurangan oksigen yang berbahaya jika terhirup dalam jumlah besar. Untuk itu, alih-alih membakar Styrofoam, lebih baik kita mencari cara yang lebih ramah lingkungan, seperti mengurangi penggunaan Styrofoam, mengganti dengan bahan daur ulang, atau membuangnya ke tempat pemrosesan limbah yang sesuai. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.