Efek Konflik Iran-AS, Amin Ak Ingatkan Bahaya Geoekonomi Indonesia
Ketiga, intervensi moneter yang terukur. Amin mendorong Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas Rupiah dari pelarian modal (capital outflow) tanpa harus mencekik pertumbuhan kredit UMKM karena kenaikan suku bunga yang terlalu agresif.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam drama geopolitik ini. Diplomasi ekonomi kita harus aktif menekan lembaga internasional agar spekulan tidak memainkan harga komoditas di tengah penderitaan global,” tegas Amin.
Ia menambahkan, ketahanan pangan dan energi harus menjadi prioritas absolut. Krisis itu merupakan momentum bagi pemerintah membuktikan sejauh mana kemandirian ekonomi yang selama ini didengungkan, apakah telah teruji menghadapi krisis atau malah sebaliknya.
“Pemerintah perlu menyeimbangkan berbagai program berbiaya besar dengan penebalan bantalan sosial demi menjaga daya beli rakyat dan stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak energi global saat ini,” imbuh politikus PKS itu. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!