Dunia Tanpa Batasan Nuklir: New START Berakhir di Tengah Kekhawatiran Global
Rusia sendiri sempat menawarkan perpanjangan satu tahun untuk New START pada September tahun lalu, dan Presiden AS saat itu menyebut tawaran itu “terdengar seperti ide yang bagus.” Namun hingga kini tidak ada jawaban resmi dari Washington soal perpanjangan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa setelah berakhirnya perjanjian, kedua belah pihak “tidak lagi terikat oleh kewajiban atau deklarasi simetris apa pun”, sekaligus menyatakan tetap terbuka untuk dialog yang dapat memastikan stabilitas strategis.
Perjanjian New START juga mengatur jumlah rudal balistik antarbenua (ICBM), rudal balistik berbasis kapal selam, serta hulu ledak nuklir yang dapat dimiliki kedua negara. Kesepakatan ini merupakan pengurangan signifikan dari batas yang sebelumnya ditetapkan pada 2002.
Dengan berakhirnya perjanjian ini, lebih dari 80 persen hulu ledak nuklir dunia kini tidak lagi berada di bawah kerangka pembatasan yang efektif. Para pengamat dan aktivis damai memperingatkan bahwa tanpa batasan formal, risiko perlombaan senjata dan ketidakstabilan global dapat meningkat.
Guterres mengingatkan bahwa dunia membutuhkan gagasan baru untuk menahan eskalasi nuklir, dan meminta AS serta Rusia “untuk segera kembali ke meja perundingan dan menyepakati kerangka kerja pengganti.”
Namun di tengah ketegangan geopolitik yang membayangi, jalan menuju kesepakatan baru diprediksi akan penuh tantangan. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!