Dukung Hilirisasi Baterai EV IBC, Putri Zulhas Dorong Swasembada dan Transisi Energi
Dalam rapat tersebut, IBC juga menyampaikan kebutuhan dukungan kebijakan dari pemerintah dan DPR, terutama terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta fasilitas tax holiday.
“IBC masih berada pada tahap investasi, sehingga dukungan TKDN dan insentif pajak sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan dan daya saing industri,” katanya.
Ia menambahkan, Komisi XII DPR RI akan mencermati dan mengawal kebijakan tersebut agar sejalan dengan kepentingan nasional dan percepatan pembangunan industri baterai EV.
Putri mengungkapkan bahwa proyek industri baterai EV yang digarap IBC ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026. DPR berharap target tersebut dapat tercapai dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.
“Kita berharap Juli 2026 sudah bisa mulai operasional. Ini akan menjadi langkah strategis bagi Indonesia dalam membangun rantai pasok baterai EV dari hulu ke hilir,” pungkasnya. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!