Duka Balik Sorai Kemenangan Persib
"Posisinya lagi ditangani pihak rumah sakit dan para dokter. Gak lama kemudian sebelum maghrib itu istri saya mendapatkan kabar bahwa anak saya sudah tiada," katanya.
Setelah itu sang istri langsung menelepon dirinya yang tengah bekerja di Pangalengan. Mendengar kabar tersebut, Heri langsung panik dan langsung meluncur ke rumahnya di Margahayu Permai.
"Tadinya saya mau meluncur ke Solo, karena kabarnya harus ada pihak keluarga yang harus ke sana. Saya ke rumah dulu, takutnya harus bawa data KTP atau KK dan lain sebagainya. Setelah sampai di rumah, alhamdulillah saudara atau teman ada semua. Memang saya gak ada saudara di sana, tapi mau gak mau, temennya yang ada di sana turut membantu," jelasnya.
Heri mengungkapkan proses kepulangan anaknya dibantu para Bobotoh dan anak Umuh Muchtar, Erwan Setiawan. Setelah itu jenazah bisa dibawa ke Bandung dengan menggunakan ambulance. "Alhamdulillah akhirnya jenazah almarhum bisa dibawa ke Bandung dengan diwakilkan. Kemudian ada bantuan juga dari bapak Wakil Gubernur, Erwan. Makasih pak Erwan sempat datang dan mau mengurus kepulangan jenazah anak saya," ucapnya.
Dia mengaku tidak mengetahui persis kronologi peristiwa yang menimpa anaknya. Namun dirinya meminta peristiwa yang dialami anaknya bisa menjadi yang terakhir dan tidak terulang kembali.
"Memang ini katanya kecelakaan tunggal, katanya. Tapi saya juga masih kurang tahu kronologi lengkapnya. Tapi saya harap tidak ada lagi korban yang lainnya. Jadikan ini yang terakhir, jangan ada lagi berita duka, tidak ada yang lebih berharga daripada nyawa," tuturnya
Kecintaan yang Turun-Temurun
Menurut Heri Fathir dikenal sebagai Bobotoh sejati yang mencintai Persib sejak kecil. Kecintaan ini, menurut Heri, adalah warisan turun-temurun dalam keluarga mereka.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!