Duka Balik Sorai Kemenangan Persib
"Pergi ke stadion hari Senin sekitar jam 4 baru ke Solo. Awal di perjalanan kita pergi dua motor, jadi satu motor, satu motor. Masuk ke jalan raya Solo - Jogja juga masih bareng. Tapi waktu di pertengahan hilang enggak tahu ke mana, berpisah. Perkiraan sebelum Klaten, almarhum nyusul. Emang gaspol bawanya, tapi dari situ sudah enggak ketemu lagi. Posisi saya langsung ke stadion, dikira saya almarhum sudah langsung ke stadion," katanya.
Sesampainya di Stadion Manahan, Rafli mengira Fathir sudah tiba lebih dulu. Namun beberapa menit setelah pertandingan dimulai, kabar mengejutkan datang bahwa Fathir mengalami kecelakaan dan dirawat di rumah sakit.
"Iya sempat nonton, baru nonton banget. Setelah itu, saya dikabarin temen saya. Kebetulan dia dapet kabar dari anak-anak Bandung. Saya langsung keluar (stadion) dan ke rumah sakit," jelasnya.
Rafli mengaku sempat tidak percaya mendengar kabar tersebut. Namun saat tiba di rumah sakit ternyata kondisinya memang Fathir telah ada di sana.
"Pas di rumah sakit, memang benar almarhum yang kecelakaan, terus saya stay di rumah sakit sampai tengah malam," kata Rafli.
Duka Mendalam Keluarga
Keluarga Fathir tak pernah menyangka perjalanan mendukung Persib berakhir tragis. Heri Herdiansyah (42), ayah Fathir, menceritakan bagaimana kabar duka ini pertama kali diterima istrinya.
"Pihak rumah sakit menanyakan benar enggaknya anak kita. Istri saya gak percaya begitu saja, takutnya penipuan atau apa. Jadi menanyakan tolong difotokan, setelah difotokan dan benar itu anak saya," ujar Heri, di kediamannya, Komplek Margahayu Permai, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!