Dubes Afrika Selatan Didepak dari AS Akibat Kritik terhadap Trump
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 15 Maret 2025 | 22:10 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Amerika Serikat telah mengusir Duta Besar Afrika Selatan, Ebrahim Rasool, setelah ia secara terang-terangan mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap Presiden Donald Trump. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, melalui akun media sosial X, Jumat (14/3/2025).
"Duta Besar Afrika Selatan tidak lagi diterima di negara kami yang luar biasa," tulis Rubio di media sosial X.
Rubio juga menambahkan bahwa AS tidak perlu lagi berdiskusi dengan Rasool dan telah menetapkan status Persona Non Grata terhadapnya.
Keputusan pengusiran ini tergolong jarang terjadi dan semakin memperkeruh hubungan antara Washington dan Pretoria. Ketegangan kedua negara meningkat setelah Trump membekukan bantuan kemanusiaan untuk Afrika Selatan pada Februari lalu. Trump mengkritik kebijakan pertanahan di Afrika Selatan, yang menurutnya dapat mengarah pada pengusiran petani kulit putih dari tanah mereka.
"Setiap petani (dan keluarganya) dari Afrika Selatan yang ingin pergi dari negara itu demi alasan keamanan, kami undang ke Amerika Serikat dengan jalur cepat memberi kewarganegaraan," ujar Trump dilansir dari akun media sosial miliknya Truth Social.
Dalam pernyataan lainnya, Trump bahkan menawarkan jalur cepat kewarganegaraan bagi petani kulit putih Afrika Selatan yang ingin meninggalkan negaranya demi alasan keamanan. Salah satu warga Afrika Selatan yang mendapat keistimewaan menetap di AS adalah Elon Musk, seorang pendukung Trump yang sebelumnya menuduh pemerintahan Presiden Cyril Ramaphosa memberlakukan kebijakan rasial terkait kepemilikan tanah. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!