Ketua PN Tangerang Promosi, Seorang Hakim Beralih Tugas ke Bandung 28 Aug 2026 Garis Polisi di Lahan Sengketa Gumuk Lesung Hilang, Warga Minta Kejelasan 28 Aug 2026 ASAI Hotels Buka di Malaysia, Terbesar di Dunia 28 Aug 2026 Daging Ayam Tembus Rp40 Ribu, Jadi Perhatian Pemkot Bandung 28 Aug 2026 Cuaca Bandung Jumat 28 Agustus 2026, Cerah hingga 31 Derajat Celsius 28 Aug 2026 Amin Ak: APBN 2027 Harus Perkuat Sektor Riil dan UMKM 27 Aug 2026 206 Nakes Dikirim ke Flores, Netty Soroti Keselamatan Tenaga Kesehatan 27 Aug 2026 Puteri Komarudin Dukung Kepemimpinan Perempuan di Bank Indonesia 27 Aug 2026 Jual SIM Palsu, Pria di Sukabumi Dibekuk Polisi 27 Aug 2026 Ketua Komisi B DPRD Jember Laporkan Dugaan Perusakan Gumuk Lumpang ke Polres Jember 27 Aug 2026 Ketua PN Tangerang Promosi, Seorang Hakim Beralih Tugas ke Bandung 28 Aug 2026 Garis Polisi di Lahan Sengketa Gumuk Lesung Hilang, Warga Minta Kejelasan 28 Aug 2026 ASAI Hotels Buka di Malaysia, Terbesar di Dunia 28 Aug 2026 Daging Ayam Tembus Rp40 Ribu, Jadi Perhatian Pemkot Bandung 28 Aug 2026 Cuaca Bandung Jumat 28 Agustus 2026, Cerah hingga 31 Derajat Celsius 28 Aug 2026 Amin Ak: APBN 2027 Harus Perkuat Sektor Riil dan UMKM 27 Aug 2026 206 Nakes Dikirim ke Flores, Netty Soroti Keselamatan Tenaga Kesehatan 27 Aug 2026 Puteri Komarudin Dukung Kepemimpinan Perempuan di Bank Indonesia 27 Aug 2026 Jual SIM Palsu, Pria di Sukabumi Dibekuk Polisi 27 Aug 2026 Ketua Komisi B DPRD Jember Laporkan Dugaan Perusakan Gumuk Lumpang ke Polres Jember 27 Aug 2026

Dua Pelaku Penembakan Masjid San Diego Ditemukan Tewas

Desi Rossilawati
Selasa, 19 Mei 2026 | 10:18 WIB
Bagikan
Dua Pelaku Penembakan Masjid San Diego Ditemukan Tewas

Dua pelaku penembakan di kompleks Islamic Center of San Diego California Amerika Serikat ditemukan tewas pada Senin (18/5)./visi.news/AFP.

VISI.NEWS | BANDUNG - Insiden penembakan di kompleks Islamic Center of San Diego, California, Amerika Serikat, berakhir tragis setelah dua pelaku ditemukan tewas di dalam sebuah kendaraan pada Senin (18/5/2026) waktu setempat. Polisi menyebut kedua pelaku merupakan remaja berusia 17 dan 19 tahun.

Peristiwa bermula ketika aksi penembakan terjadi di area Islamic Center of San Diego menjelang salat dzuhur. Serangan tersebut menewaskan tiga orang, termasuk seorang petugas keamanan masjid yang diketahui berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

Setelah menerima laporan penembakan, aparat keamanan langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Polisi kemudian menemukan sebuah kendaraan berhenti di tengah jalan tidak jauh dari kompleks masjid.

Di dalam kendaraan tersebut, dua pelaku ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI menyatakan keduanya tewas akibat luka tembak yang dilakukan sendiri.

Penemuan itu membuat situasi keamanan di sekitar lokasi perlahan mulai terkendali setelah sebelumnya sempat memicu kepanikan warga dan jamaah.

"Ancaman saat ini sudah berhasil diatasi, anak anak dalam keadaan aman, dan itu hal yang baik," kata Wali Kota San Diego Todd Gloria dalam konferensi pers.

Meski begitu, insiden tersebut meninggalkan duka mendalam bagi komunitas Muslim di San Diego. Todd Gloria juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan pemerintah kota akan berupaya menjaga keamanan masyarakat Muslim.

"Jelas kami kehilangan nyawa di Islamic Center of San Diego ini, dan kepada komunitas Muslim kami, doa saya bersama kalian. Saya ingin meyakinkan komunitas Muslim bahwa kami akan melakukan apa pun yang diperlukan agar kalian merasa aman di kota ini," ujarnya.

Penembakan tersebut langsung mendapat kecaman dari berbagai pihak. Council on American Islamic Relations atau CAIR San Diego menyebut aksi itu sebagai tindak kekerasan mengerikan yang tidak dapat dibenarkan.

"Kami dengan tegas mengutuk aksi kekerasan yang mengerikan ini," kata Direktur Eksekutif CAIR San Diego, Tazheen Nizam.

Ia menegaskan tempat ibadah dan sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi masyarakat.

Sementara itu, Gubernur California Gavin Newsom mengatakan pemerintah negara bagian terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memantau situasi pasca penembakan.

Akibat insiden tersebut, otoritas di Los Angeles turut meningkatkan patroli keamanan di masjid, pusat Islam, dan sejumlah tempat ibadah lain sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan ancaman lanjutan.

Peristiwa ini kembali memunculkan kekhawatiran soal keamanan rumah ibadah di Amerika Serikat di tengah meningkatnya ancaman kekerasan dan intoleransi terhadap komunitas keagamaan. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.