Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Dua Nelayan di Pangandaran yang Hilang Usai Terseret Ombak, Masih Belum Ditemukan

Desi Rossilawati
Rabu, 2 Juli 2025 | 21:45 WIB
Bagikan
Dua Nelayan di Pangandaran yang Hilang Usai Terseret Ombak, Masih Belum Ditemukan
VISI.NEWS | PANGANDARAN - Memasuki hari kelima sejak dilaporkan hilangnya dua nelayan asal Kabupaten Pangandaran, belum ditemukan. Berdasarkan keterangan dari rekan-rekan nelayan di Pantai Pangandaran. Kedua nelayan tersebut mengalami kecelakaan laut terseret ombak. "Sampai hari ini belum ditemukan jasad teman saya ini, dia orang baik, kami para nelayan tentu sangat sedih," ucap Dani (38) rekan korban, kepada VISI.NEWS di kawasan pantai Pangandaran. Mereka berharap rekannya itu dapat segera ditemukan oleh semua pihak yang turut membantu dan mencari. Kedua korban yang diketahui merupakan ayah dan anak, yakni, Yadi Atma (54) dan Yogi Mustofa (20), Mereka dilaporkan hilang saat mencari udang karang (lobster) di perairan sekitar kawasan Cagar Alam Pangandaran. Sementara itu, Koordinator Pos SAR Pangandaran, Edwin, menyampaikam bahwa pencarian dilakukan dengan membagi tim ke dalam dua jalur. "Tim pertama melakukan penyisiran darat di wilayah Cagar Alam, sementara tim kedua melakukan pencarian di laut," kata Edwin, dalam keterangannya Rabu (2/7/2025). Ia menambahkan untuk pencarian laut, tim menggunakan perahu jukung milik SAR Barakuda dan nelayan setempat, serta jet ski milik Basarnas. Termasuk penyelam dari Pangandaran Dive Club turut dikerahkan guna melakukan pencarian bawah air. "Namun, medan pencarian yang sulit menjadi tantangan utama, kondisi isi bawah air sangat tidak mendukung. Visibilitas nol dan air sangat keruh, sehingga penyelaman tidak bisa dilakukan secara maksimal," ucap Edwin. Dengan kondisi Medan dilokasi kejadian itu cukup menyulitkan proses evakuasi. Banyaknya batu karang dan gelombang tinggi membuat perahu jukung tidak bisa mendekat ke lokasi kejadian. "Kalau perahu dipaksakan masuk, risikonya terlalu tinggi, bisa membahayakan tim," katanya. "Sebagai alternatif, tim penyelam dibantu petugas Balawista melakukan pencarian dengan metode surfing di sekitar titik dugaan lokasi hilangnya korban," pungkasnya. @gvr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.