Dr. Anna Sungkar : Prof. Sapardi Mengenal Saya Selama 20 Tahun, Sehingga Saya 'Lancar Jaya’ Menempuh S3

ED
Sabtu, 23 Juli 2022 | 09:04 WIB
Bagikan
Dr. Anna Sungkar : Prof. Sapardi Mengenal Saya Selama 20 Tahun, Sehingga Saya 'Lancar Jaya’ Menempuh S3

Karenanya, pameran seni “Tribute to Masters”, yang ditujukan untuk Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono dan Dr. Wagiono Sunarto ini sangat penting dan perlu, karena dengan cara itulah kita mengenang jasa-jasa mereka, selain mengamalkan apa yang pernah dicanangkan dan diajarkan oleh keduanya. "Prof. Sapardi telah memberikan nama kepada angkatan S2 saya sebagai Angkatan “Pohon Pisang”. Seperti buah pisang, angkatan saya ini diharapkan berguna dan terus beranakpinak menyebarkan ilmu agar melahirkan generasi di bawahnya. Dari saking kagumnya, saya sendiri pernah melukis wajah Prof. Sapardi yang lukisannya masih saya simpan sampai sekarang. Mulanya saya ingin memberikan kepada beliau sebagai hadiah kelulusan saya, namun apa daya, Tuhan telah keburu memanggilnya pada dua tahun yang lalu. Saya sedih sekali," papar ungkap perempuan gesit ini.

Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono dan Dr. Wagiono Sunarto, dimata Anna, merupakan dua orang peletak dasar-dasar modernisasi IKJ, sebagai penerus apa yang sudah ditanamkan oleh empat pelukis besar Jakarta: Nashar, Zaini, Oesman Effendi, dan Rusli. Keempat seniman itu dulunya ingin menjadikan IKJ (dahulu namanya LPKJ) sebagai sekolah untuk para seniman yang non gelar pada akhir tahun 1960an. Menurut mereka, seniman harus menyerahkan dirinya secara total, tanpa memperhatikan lagi hal-hal yang terkait dengan dunia kerja dan pergeseran zaman modern. Namun tahun 80an IKJ mulai merespon standar-standar Perguruan Tinggi yang dicanangkan dalam kebijaksanaan pemerintah tentang perguruan tinggi terpadu, yang terkait dengan dunia kerja dan industri. Sehingga IKJ kemudian terdaftar di Kopertis.

Waktu bergerak terus, di tahun 2009 Institut Kesenian Jakarta membentuk program studi baru yaitu : Penciptaan dan Pengkajian Seni Strata 2 (Pasca Sarjana). Salah satu tujuannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, juga mengejar persyaratan yang ditentukan Dikti tentang dosen yang harus lulusan S2. Pada tahun 2009 dimulai kelas pertama Penciptaan dan Pengkajian Seni S2 di Institut Kesenian Jakarta, di bawah pimpinan Direktur Dr. Wagiono Sunarto, M.Sc. Program S2 yang kemudian menjadi Sekolah Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta ini memilih “warna” atau karakteristik “Seni Urban dan Industri Budaya”, sesuai dengan Visi Misi Institut Kesenian Jakarta. Pada tanggal 8 Januari tahun 2009, melalui rapat senat, Dr. Wagiono Sunarto, MSc. secara aklamasi dipilih menjadi rektor selanjutnya, periode 2009-2013.@aep sa

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.