Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

DPRD Kota Cirebon Tampung Aspirasi PKL Jalan Kesambi Soal Penertiban

ED
Kamis, 16 Oktober 2025 | 19:45 WIB
Bagikan
DPRD Kota Cirebon Tampung Aspirasi PKL Jalan Kesambi Soal Penertiban

VISI.NEWS | CIREBONDPRD Kota Cirebon menerima aspirasi dari Ikatan Pedagang Kaki Lima (IPKL) terkait rencana penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Kesambi, Rabu (15/10/2025). Aspirasi tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Komisi II dan Komisi III di ruang Griya Sawala, gedung DPRD Kota Cirebon.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Sarifudin SH, menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan memfasilitasi rapat dengar pendapat (RDP) resmi bersama instansi terkait. “Sebetulnya ini sudah ketiga kalinya kami menerima perwakilan pedagang. Saya sudah meminta sekretariat agar segera dilakukan RDP resmi yang dihadiri unsur pimpinan, supaya ada keputusan kelembagaan yang jelas,” ujarnya.

Sarifudin menegaskan bahwa meskipun lokasi tempat berjualan para PKL berada di ruas jalan provinsi, para pedagang tersebut adalah warga Kota Cirebon. Karena itu, DPRD merasa tetap memiliki tanggung jawab moral untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi mereka. “Walaupun katanya mereka berada di jalan provinsi, tapi yang berusaha itu warga Kota Cirebon. Jadi kita tidak bisa menutup mata,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sarifudin menambahkan bahwa para PKL berharap agar penertiban tidak dilakukan secara sepihak tanpa adanya komunikasi dan solusi terlebih dahulu. “Mereka meminta supaya jangan langsung dilakukan tindakan sebelum ada solusi. Selagi saya tidak ada kegiatan dinas, insya Allah saya akan hadir dan turut memperjuangkan keinginan mereka,” katanya.

Sementara itu, Ketua IPKL Akbar M menjelaskan bahwa tujuan kedatangan para pedagang ke DPRD adalah untuk meminta perlindungan dan dukungan agar proses penertiban di Jalan Kesambi dilakukan dengan cara yang manusiawi dan melalui komunikasi yang baik. “Kami tidak anti pembongkaran, tapi kami ingin ada komunikasi dan solusi yang baik. Karena di situ tempat kami mencari nafkah,” ujarnya.

Akbar menambahkan bahwa saat ini terdapat sekitar 125 pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Kesambi, baik pada siang maupun malam hari. Sebagian besar dari mereka bergerak di sektor makanan dan minuman yang menjadi penopang ekonomi keluarga.

Dalam audiensi tersebut, IPKL juga menyampaikan tujuh tuntutan utama, antara lain menolak pembongkaran sebelum adanya solusi, meminta dialog terbuka dengan Dinas Bina Marga dan Tata Ruang, serta mendesak DPRD untuk memfasilitasi RDP antara PKL dan pihak terkait.

Selain itu, IPKL juga meminta agar penertiban dilakukan secara adil dan tanpa tebang pilih, serta agar Pemerintah Kota Cirebon hadir dan bertanggung jawab dalam setiap prosesnya. Para pedagang berharap agar tuntutan mereka bisa menjadi rekomendasi resmi dari DPRD kepada pemerintah daerah.

“Kami berharap DPRD dapat menjadi mitra kami untuk mencari jalan terbaik agar penertiban bisa berjalan dengan manusiawi dan tetap memperhatikan mata pencaharian warga kecil,” tutup Akbar. Audiensi tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Komisi II Subagja, Anggota Komisi II Abdul Wahid Wadinih SSos, dan Anggota Komisi III Umar Stanis Clau.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.