Aplikasi Sentuh Tanahku Permudah Akses Layanan Pertanahan Warga 30 Aug 2026 PSI Jember Jadikan Kantor Baru sebagai Rumah Bersama, Ratusan Ojol Diajak Berdiskusi 30 Aug 2026 Layanan Peralihan Hak 10 Hari Diuji Coba, ATR/BPN Tekankan Kesiapan Masyarakat 30 Aug 2026 Layanan PERINTIS 10 Hari Percepat Proses Balik Nama Sertipikat 30 Aug 2026 Satres Narkoba Polres Sukabumi Amankan 276 Botol Miras 30 Aug 2026 Muktamar NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, KH Nurul Huda Jazuli Raih Suara Tertinggi 30 Aug 2026 Ribuan Banser dan Pagar Nusa Perketat Pengamanan Muktamar NU 30 Aug 2026 Google Health 5.07 Dirilis, Catat Olahraga Makin Fleksibel 30 Aug 2026 Muktamar NU Memanas Lagi, Masa Tunggu Eks Parpol Diperdebatkan 30 Aug 2026 Kepercayaan pada Fakta Runtuh di Era AI 30 Aug 2026 Aplikasi Sentuh Tanahku Permudah Akses Layanan Pertanahan Warga 30 Aug 2026 PSI Jember Jadikan Kantor Baru sebagai Rumah Bersama, Ratusan Ojol Diajak Berdiskusi 30 Aug 2026 Layanan Peralihan Hak 10 Hari Diuji Coba, ATR/BPN Tekankan Kesiapan Masyarakat 30 Aug 2026 Layanan PERINTIS 10 Hari Percepat Proses Balik Nama Sertipikat 30 Aug 2026 Satres Narkoba Polres Sukabumi Amankan 276 Botol Miras 30 Aug 2026 Muktamar NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, KH Nurul Huda Jazuli Raih Suara Tertinggi 30 Aug 2026 Ribuan Banser dan Pagar Nusa Perketat Pengamanan Muktamar NU 30 Aug 2026 Google Health 5.07 Dirilis, Catat Olahraga Makin Fleksibel 30 Aug 2026 Muktamar NU Memanas Lagi, Masa Tunggu Eks Parpol Diperdebatkan 30 Aug 2026 Kepercayaan pada Fakta Runtuh di Era AI 30 Aug 2026

Dokter Residen Pemerkosa Kerabat Pasien di RSHS Sempat Coba Bunuh Diri

Desi Rossilawati
Kamis, 10 April 2025 | 10:00 WIB
Bagikan
Dokter Residen Pemerkosa Kerabat Pasien di RSHS Sempat Coba Bunuh Diri
VISI.NEWS | BANDUNG - Polisi mengungkap bahwa tersangka kasus pemerkosaan terhadap kerabat pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, seorang dokter residen anestesi FK Unpad berinisial PAP, sempat mencoba bunuh diri sebelum akhirnya ditangkap. "Jadi, pelaku setelah ketahuan itu sempat berusaha bunuh diri juga. Memotong urat-urat nadi sehingga dia sempat dirawat, setelah dirawat baru ditangkap," kata Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Surawan, Rabu (9/4/2025). Tersangka telah resmi ditahan sejak 23 Maret 2025 dan dijerat dengan Pasal 6 C UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. PAP juga telah dikeluarkan dari Program Pendidikan Dokter Spesialis FK Unpad. Kementerian Kesehatan menindak tegas dengan meminta Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) mencabut Surat Tanda Registrasi (STR) milik tersangka, yang otomatis membatalkan izin praktik medisnya. Insiden terjadi pada 18 Maret sekitar pukul 01.00 WIB. Korban FA, yang saat itu sedang menjaga ayahnya di IGD RSHS, diajak PAP ke lantai 7 Gedung MCHC untuk pemeriksaan. Di sana, korban diminta berganti pakaian dan kemudian dibius hingga tak sadarkan diri. Ia baru siuman sekitar pukul 04.00 WIB dan merasakan sakit pada bagian sensitif tubuhnya. Setelah menceritakan kejadian kepada ibunya, pihak keluarga melapor ke polisi karena merasa ada kejanggalan. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.