DLH Surabaya Pergoki Warga Sedang Nyuci Rumen di Kalimas
"Jangan sampai sudah keruh ditambahi rumen, baunya juga gak bagus untuk wisata. Ini kan tempat wisata. Kalau sampai ada rumen masuk itu mengganggu wisata yang telah dibangun Pemkot," tegasnya.
Ia menyarankan kepada warga agar tidak dicuci jeroan hewan kurban di sungai dan membuang kotorannya di dalam glangsing serta dibuang ke TPS.
"Sebisa mungkin rumen tidak dicuci di sungai. Tadi masih ada yang cuci, seharusnya kotoran di taruh gangsling. Nanti dibuang di TPS," imbuhnya.
Lebih lanjut Hebi menjelaskan bahwa kawasan sungai sekitar Ngagel itu memang paling banyak yang membuang isi tubuh hewan kurban itu disana.
"Tahun sebelumnya lebih banyak yang mencuci rumen di sekitar sungai Surabaya (kawasan Jalan Ngagel) sampai Jembatan Petekan," tuturnya.
Namun, ia menilai Hari Raya Idul Adha 2023 ini warga yang membuang atau mencuci rumen itu kawasan Sungai Kalimas mulai berkurang. Dibandingkan tahun 2022 lalu, ditemukan sebanyak satu ton rumen yang dibuang di sungai-sungai Surabaya.
"Tahun kemarin sepanjang sungai hampir tiap tempat ada yang buang rumen ke sungai sampai 1 ton. Sekarang di tempat wisata sudah berkurang. Kita juga dibantu yustisi menghalau mereka supaya tdk mencuci di sungai tapi memang masih ada. Tahun depan diharapkan sudah gak ada," terangnya
@redho
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!