Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

Ditentang, Parlemen Jerman Wajibkan Anak-anak Migran Berbahasa Jerman di Sekolah

ED
Sabtu, 14 Januari 2023 | 06:54 WIB
Bagikan
Ditentang, Parlemen Jerman Wajibkan Anak-anak Migran Berbahasa Jerman di Sekolah

VISI.NEWS | JERMAN - Anak-anak imigran yang bersekolah di Jerman hanya boleh berbicara bahasa Jerman di lingkungan sekolah, kata seorang anggota parlemen konservatif.

Mario Czaja, sekretaris jenderal Persatuan Demokrasi Kristen, menyatakan bahwa banyak imigran yang kurang terintegrasi ke dalam masyarakat karena keterampilan bahasa Jerman yang tidak memadai, dan menyerukan langkah-langkah baru di sekolah.

"Perhatian harus diberikan untuk memastikan bahwa bahasa Jerman adalah bahasa utama yang digunakan di sekolah. Bahasa selain bahasa Jerman tidak dapat diterima untuk digunakan di halaman sekolah," kata Czaja kepada surat kabar Die Welt.

Politisi senior dari partai oposisi utama Jerman berpendapat bahwa lebih banyak ahli bahasa, pekerja sosial, dan pendidik harus dipekerjakan untuk sekolah di tempat-tempat di mana banyak migran tinggal.

"Guru dan administrasi sekolah harus memastikan bahwa siswa berbicara bahasa kita. Jika tidak, masyarakat paralel akan berkembang mulai dari sekolah," tegasnya.

Organisasi imigran mengkritik pernyataan kontroversial Czaja yang menggemakan saran sebelumnya oleh politisi sayap kanan yang menyerukan pelarangan berbicara bahasa asing di halaman sekolah.

Berin Arukaslan, salah satu ketua asosiasi orang tua Turki di Berlin-Brandenburg, menggarisbawahi bahwa berbicara dalam bahasa ibu adalah hak asasi manusia yang mendasar yang dijamin oleh konstitusi.

"Kami sangat menentang saran ini. Ini tidak masuk akal," katanya kepada Anadolu Agency (AA), menambahkan bahwa pengadilan Jerman di masa lalu memutuskan untuk melarang penggunaan bahasa ibu di koridor sekolah.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.