IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Disdik Sukabumi Ungkap Faktor Penyebab Banyaknya Kelas SD-SMP yang Rusak

Desi Rossilawati
Rabu, 29 April 2026 | 16:02 WIB
Bagikan
Disdik Sukabumi Ungkap Faktor Penyebab Banyaknya Kelas SD-SMP yang Rusak

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena./visi.news/Andri.

VISI.NEWS | SUKABUMI - Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena menyatakan tidak sedikit bangunan sekolah SD maupun SMP di Kabupaten Sukabumi yang tergolong bangunan tua sebab dibangun tahun 80-an.

Hal itu disampaikan Deden saat menanggapi banyaknya ruang kelas yang mengalami kerusakan. Menurutnya, faktor usia bangunan menjadi salah satu penyebab utama banyaknya ruang kelas yang kini rusak.

“Yang pertama memang sudah lama, dari sisi bangunan mulai tahun 80-an belum terintervensi perbaikan,” ujar Deden.

Selain dipengaruhi usia bangunan, Deden menyebut kerusakan ruang kelas juga disebabkan kurangnya pemeliharaan. Ia mengatakan, masih ada sekolah yang tidak segera melakukan perbaikan saat muncul kerusakan ringan, seperti atap bocor.

Akibatnya, kebocoran yang dibiarkan terus-menerus membuat material bangunan menjadi lapuk. Kondisi tersebut, kata dia, menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan lebih parah hingga bagian atap ambruk.

“Yang kedua juga dari sisi pemeliharaan rutin. Awalnya dari bocor, kemudian kena kayu dan lapuk,” ujarnya.

Karena itu, ia menegaskan kepada pihak sekolah agar tidak mengabaikan setiap kerusakan kecil yang terjadi pada bangunan sekolah. Menurutnya, perbaikan ringan bisa segera dilakukan melalui dana pemeliharaan yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Sementara itu berdasarkan data Disdik Kabupaten Sukabumi terdapat ribuan ruang kelas jenjang SDN dan SMP dalam kondisi rusak dengan berbagai kategori, dari rusak berat sampai ringan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.