Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026 12 Jul 2026 Survei: Pendapatan Tak Menentu Jadi Hambatan Utama Menabung Haji 12 Jul 2026 Kemnaker Gandeng bank bjb Tingkatkan Kompetensi SDM 12 Jul 2026 PGE Cetak Nilai Tambah Rp5,15 Miliar lewat Transformasi Digital 12 Jul 2026 OCBC Perkuat Layanan Wealth Management Wealth Management OCBC Fokus pada Solusi Menyeluruh 12 Jul 2026 Pembiayaan Digital Kian Diminati, SPayLater Dorong Akses Keuangan yang Aman dan Inklusif 12 Jul 2026 Legenda Timnas Argentina Antonio Rattin Meninggal Dunia 12 Jul 2026 Jans Park Tawarkan 34 Wahana dengan Tiket Mulai Rp80 Ribu 12 Jul 2026 Sebanyak 28 Kampus Dilibatkan Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf Sulsel 12 Jul 2026 Festival Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan Edukasi Masyarakat Peduli Lingkungan 12 Jul 2026 Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026 12 Jul 2026 Survei: Pendapatan Tak Menentu Jadi Hambatan Utama Menabung Haji 12 Jul 2026 Kemnaker Gandeng bank bjb Tingkatkan Kompetensi SDM 12 Jul 2026 PGE Cetak Nilai Tambah Rp5,15 Miliar lewat Transformasi Digital 12 Jul 2026 OCBC Perkuat Layanan Wealth Management Wealth Management OCBC Fokus pada Solusi Menyeluruh 12 Jul 2026 Pembiayaan Digital Kian Diminati, SPayLater Dorong Akses Keuangan yang Aman dan Inklusif 12 Jul 2026 Legenda Timnas Argentina Antonio Rattin Meninggal Dunia 12 Jul 2026 Jans Park Tawarkan 34 Wahana dengan Tiket Mulai Rp80 Ribu 12 Jul 2026 Sebanyak 28 Kampus Dilibatkan Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf Sulsel 12 Jul 2026 Festival Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan Edukasi Masyarakat Peduli Lingkungan 12 Jul 2026

Disdik Sukabumi Ingatkan Kepsek Soal Pemeliharaan Rutin Sekolah

Desi Rossilawati
Rabu, 29 April 2026 | 20:02 WIB
Bagikan
Disdik Sukabumi Ingatkan Kepsek Soal Pemeliharaan Rutin Sekolah

Kerusakan ruas kelas SD di Kabupaten Sukabumi./visi.news/ist.

VISI.NEWS | SUKABUMI - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi mengimbau pihak sekolah rutin melakukan pemeliharaan fasilitas sekolah. Apabila terdapat kerusakan ringan pada bangunan sekolah, jangan diabaikan, karena apabila tidak segera diperbaiki bakal pemicu kerusakan yang lebih parah.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena terkait banyaknya kelas SD dan SMP yang rusak.

Menurutnya, kerusakan ringan seperti atap bocor dapat menyebabkan air masuk dan membuat material kayu bangunan menjadi lapuk. Kondisi tersebut, kata dia, kerap memicu kerusakan yang lebih parah hingga menyebabkan bagian atap sekolah ambruk.

“Awalnya dari bocor kemudian kena kayu, akhirnya roboh,” kata Deden.

Lebih lanjut, Deden menyebut Pemerintah Kabupaten Sukabumi memiliki keterbatasan anggaran dalam menangani kerusakan bangunan sekolah. Karena itu, ia menilai pemeliharaan rutin fasilitas sekolah sangat penting dilakukan agar kerusakan tidak semakin parah yang membuat biaya perbaikan menjadi lebih besar.

Terkait anggaran pemeliharaan sekolah, Deden menjelaskan bahwa perbaikan fasilitas dapat memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Karena itu, ia meminta para kepala sekolah memaksimalkan penggunaan dana tersebut untuk kebutuhan pemeliharaan bangunan sekolah.

“Kepada kepala sekolah supaya bisa memaksimalkan dana pemeliharaan yang bersumber dari BOS,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran pengawas sekolah dalam melakukan monitoring terhadap kondisi sarana dan prasarana di setiap sekolah.

“Ayo kita sama-sama rawat sekolah ini, tentunya oleh para kepala satuan pendidikan, para kepala sekolah. Kemudian juga monitoring dari para pengawas, ketika masuk sekolah itu yang dilihat sarananya dulu,” pungkasnya. @andri

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.