Direktur Utama Metland: Program 3 Juta Rumah Butuh Kebijakan Jangka Panjang untuk Berkelanjutan
VISI.NEWS | JAKARTA - Direktur Utama PT Metropolitan Land Tbk (Metland), Anhar Sudrajat, menegaskan bahwa Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto memerlukan dukungan kebijakan jangka panjang untuk dapat bertahan dan efektif. Anhar mengungkapkan bahwa tantangan besar adalah mendesain mekanisme dan skema yang realistis agar program tersebut dapat dilaksanakan dan mengundang partisipasi para pengembang.
“Membangun 3 juta rumah dalam satu tahun memang berat, ini adalah pekerjaan rumah pemerintah,” tuturnya, Rabu (13/11/2024).
Anhar menyoroti perlunya redefinisi konsep gotong royong, yang diartikan sebagai ajakan bagi masyarakat dan pelaku industri properti untuk bersama-sama menyumbang lahan. Ia mengingatkan bahwa donasi lahan yang bersifat sementara tidak akan memberikan dampak jangka panjang. Untuk itu, pemerintah perlu memberikan kemudahan serta insentif yang menarik agar konsep gotong royong ini dapat melibatkan lebih banyak pelaku usaha.
“Kita perlu memastikan bahwa usaha gotong royong ini bukan sekadar halusinasi,” tambahnya.
Direktur Metland, Wahyu Sulistiyo, juga menggarisbawahi pentingnya memperbaiki kesenjangan antara kebutuhan dan pasokan perumahan. Salah satu langkah awal yang perlu diambil adalah memperbarui data rumah tangga untuk mendapatkan angka yang tepat terkait kebutuhan rumah.
“Backlog rumah harus menjadi lebih transparan agar kita bisa mengetahui jumlah yang tepat,” ujarnya seraya menambahkan bahwa saat ini angka backlog perumahan diklaim telah turun menjadi hampir 11 juta dari sebelumnya 13 juta.
Wahyu juga menyebutkan pentingnya pemetaan kebutuhan rumah dan distribusinya di masing-masing wilayah untuk merumuskan kebijakan yang sejalan dengan pemerintahan daerah. Perizinan, seperti Izin Lokasi dan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT), perlu ditangani secara kolaboratif agar lebih realistis dan transparan.
"Ini harus dikerjakan bersama untuk menentukan solusi yang efektif bagi daerah terkait," ungkapnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!