Dinsos Kabupaten Bandung : 13 Pasien ODGJ Sudah Bisa Ditemui Keluarga di UPTD Baleendah
VISI.NEWS | BALEENDAH - Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Rahmatullah Mukti Prabowo bersama pihak UPTD Dinas Sosial (Dinsos) di Baleendah membawa 13 Klien ODGJ dari Panti Rehabilitasi ODGJ dan Narkoba Tanhibul Ghofirin, Cilacap pada hari Senin (4/12/2023).
Prabowo menyebutkan bahwa, total klien yang telah di verifikasi dan berasal dari Kabupaten Bandung berjumlah 15 orang.
"Yang saat ini kami jemput 13 orang dari panti Cilacap, ini akan dikembalikan ke UPTD untuk di reunifikasi, untuk 2 orang lainnya tetap disana, karena dari pihak keluarga menginginkan tetap dirawat disana," jelasnya.
Sebelumnya, Prabowo menyebutkan bahwa pihaknya pada Minggu (3/12/2023) malam, telah mempertemukan relawan (Satgantar) dengan pimpinan panti Jasono. Hal itu berkaitan dengan beredarnya video viral berdurasi 5:17 detik yang memperlihatkan pimpinan panti sedang memohon bantuan tangan pemerintah terkait perawatan para ODGJ. Pasalnya, sudah 3 bulan pihaknya tidak mendapatkan anggaran dari Satgantar Dinsos Kabupaten Bandung.
"Sudah ada mediasi antara pihak Pa Jasono dan Satgantar melalui Pa Hendi dan saling meminta maaf keduanya dan clear, karena ada miss komunikasi yang akhirnya membuat isu-isu beredar," ucapnya.
Dirinya menegaskan, saat mediasi itu tidak ada intervensi dari Dinsos kepada pihak relawan maupun pihak panti. Karena itu kata dia, diselesaikan personal," Kami hanya menjembatani, dan urusan itu diselesaikan oleh mereka, intinya kami fokus pada penjemputan ke 13 klien, dan memberikan bantuan seadanya, karena memang tidak ada anggaran, kita akan assessment ulang 13 klien nanti kita panggil para keluarganya," ungkapnya.
Sementara itu, dirinya mengklarifikasi, soal pernyataan besaran uang sampai belasan juta yang diterima pihak Satgantar tidak benar. "ya ada kekeliruan juga, karena berdasarkan pengakuan mereka (Satgantar) hanya menerima 2 sampai 4 juta dan sedangkan informasi yang kami dapat habis belasan juta, mungkin pa Jasono khilap ucap," katanya.
Jauh sebelum viral, kata dia, ada kemungkinan komitmen yang mereka bentuk belum selesai, pihaknya juga sudah mendorong untuk relawan mengkonfirmasi pihak panti tapi belum ada kesempatannya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!