Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Dinkes Garut Imbau Warga Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Cegah HMPV

Desi Rossilawati
Sabtu, 18 Januari 2025 | 14:00 WIB
Bagikan
Dinkes Garut Imbau Warga Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Cegah HMPV

VISI.NEWS | KAB. GARUT - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat guna mencegah penyebaran Human Metapneumovirus (HMPV).

Virus ini belakangan ramai menjadi perbincangan setelah merebak di Tiongkok bagian utara dan disinyalir ditemukan di Indonesia.

Menurut dr. Leli, HMPV bukan virus baru. Virus ini sudah dikenal dunia medis sejak 2001 dengan karakteristik mirip flu.

"Sistem imunitas manusia sudah mengenal virus ini sejak lama dan mampu meresponnya dengan baik," jelas dr. Leli dalam keterangannya, yang di kutip dari laman resmi jabarprov.go.ig, Jumat (18/1/2025).

Ia menegaskan, bahwa informasi tentang lonjakan kasus HMPV di Tiongkok perlu disikapi dengan bijak. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), peningkatan kasus flu semacam ini umum terjadi di negara empat musim saat musim dingin.

"Kementerian Kesehatan RI juga masih melakukan investigasi terkait keberadaan HMPV di Indonesia, termasuk di Garut," ucapnya.

Pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dalam penegakkan diagnosis berbasis laboratorium maupun indikasi klinis.

Langkah Pencegahan dan Pengendalian 

Leli menjelaskan, bahwa HMPV menular melalui droplet, mirip dengan virus flu lainnya. Untuk mencegah penularan, masyarakat diminta menjaga kebersihan, mencuci tangan, memakai masker di tempat umum, dan menjalani pola hidup sehat.

"Langkah pencegahan paling baik adalah menjaga pola hidup sehat, sering mencuci tangan secara teratur dan menggunakan masker di tempat umum yang memang dapat mengurangi resiko tertular virus tersebut," ujarnya.

Ia mengungkapkan, beberapa langkah strategis yang dilaksanakan dalam rangka pencegahan dan pengendalian HMPV di Kabupaten Garut, salah satunya yaitu memberikan informasi secara komprehensif kepada masyarakat melalui berbagai kanal media.

Dinkes Garut juga telah meningkatkan kewaspadaan dengan pemantauan surveilans ketat di fasilitas kesehatan.

"Kami melaporkan kurang dari 24 jam jika ada peningkatan kasus atau gejala Influenza Like Illness (ILI) sebagai tanda awal kemungkinan HMPV," ucapnya.

Kadinkes Garut menambahkan, bahwa kasus ILI atau flu sendiri senantiasa menyerang kelompok rentan seperti balita, lanjut usia, serta kelompok masyarakat yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

Selain itu, pihaknya memanfaatkan sistem pemantauan berbasis digital untuk mendeteksi kasus flu dan penyakit lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari antisipasi potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Melalui sistem pemantauan berbasis digital baik harian melalui surveilans berbasis kejadian ya, atau EBS guna mengumpulkan memantau dan menilai informasi tentang kejadian atau resiko kesehatan dengan mendeteksi diri berupa kasus ILI termasuk HMPV di masyarakat," katanya.

Kesiapan Fasilitas Kesehatan

Pengalaman penanganan pandemi Covid-19 telah memperkuat kapasitas fasilitas kesehatan di Garut, sehingga para tenaga kesehatan sudah memiliki kuantitas yang cukup dan kualitas memadai.

"Begitu pula ketersediaan obat-obatan sampai saat ini masih mencukupi kebutuhan di lapangan kecuali bilamana terjadi outbreak atau peningkatan secara sporadis maka kita dengan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan secara maksimal di lapangan," lanjutnya.

Imbauan untuk Masyarakat

dr. Leli menegaskan bahwa HMPV bukan virus mematikan, tetapi masyarakat tetap harus waspada. Virus ini menyebabkan gejala seperti flu biasa: batuk, demam, pilek, sesak napas, hingga gejala tambahan seperti mual dan sakit perut pada anak-anak.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat, menjaga protokol kesehatan, serta menghindari kerumunan.

"Sampai saat ini pula belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk HMPV ini, untuk itu kami mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat seperti cukup istirahat, mencuci tangan secara rutin, memakai masker saat merasa tidak enak badan," pungkasnya. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.