Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Peringatkan Masyarakat Akan Risiko Penyakit Tidak Menular
VISI.NEWS | SUMEDANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang mengeluarkan peringatan keras terkait risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) yang saat ini menjadi penyebab hampir 60% kematian di wilayah tersebut. Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Sumedang, Aan Sugandi, menyampaikan bahwa PTM masih kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat dibandingkan penyakit menular seperti Demam Berdarah Dengue (DBD).
Aan Sugandi menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap PTM, yang berbeda dengan penyakit menular yang langsung menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) meski hanya satu orang yang meninggal. "Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung saat ini harus lebih diperhatikan karena merupakan penyebab utama kematian," ujarnya pada Selasa, 6 Agustus 2024.
Data dari seluruh Puskesmas di Sumedang menunjukkan bahwa hipertensi masih menjadi penyakit tertinggi di antara PTM lainnya. "Sebagai penyebab kematian hingga 60%, sudah saatnya masyarakat memberikan perhatian lebih terhadap penyakit tidak menular," tambah Aan. Ia juga menyebutkan bahwa PTM adalah jenis penyakit yang bisa dikelola oleh individu melalui perubahan gaya hidup seperti pola makan sehat dan aktivitas fisik yang cukup.
Dinkes Sumedang saat ini sedang gencar melakukan upaya deteksi dini PTM untuk mengurangi risiko penyakit ini di masyarakat. "Dengan mengetahui secara dini, minimal penderita bisa tahu dan paham bagaimana cara mengatasinya," jelas Aan. Program deteksi dini ini meliputi pemeriksaan kesehatan rutin dan edukasi tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat.
Selain itu, Aan mengingatkan bahwa peran aktif masyarakat dalam mengelola kesehatannya sangat penting. Ia mendorong setiap individu untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri dengan menerapkan life skill atau gaya hidup sehat yang mencakup pola makan yang baik dan aktivitas fisik yang teratur. "Penyakit tidak menular dapat dicegah dan dikelola dengan baik jika masyarakat memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup," tegasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!