Dimotori Pekerja PT. Papirus, Rebo FC Launching Jersey Baru
VISI.NEWS | PAMEUNGPEUK - Sederhana namun kompak, itulah kesan yang didapat saat launching jersey baru klub sepakbola yang diprakarsai para pekerja PT. Papirus, Kabupaten Bandung, Rebo FC. Acara yang digelar di Lapangan Minisoccer IFI, Kecamatan Pameungpeuk itu diwarnai pertandingan eksebisi, doorprize dan makan nasi liwet bareng.
"Kegiatan ini semoga membangkitkan lagi semangat sepakbola di kalangan pekerja/buruh di Kabupaten Bandung," ujar Muslichudin, motor yang memotivasi gairahnya kembali klub tersebut kepada VISI.NEWS, Jumat (5/5/2023).
Muslich, biasa ia disapa, mengatakan bahwa jersey baru ini warnanya cerah dan berlogo sponsor Shell Helix, Fauzan Fashion, Delegasi dan VISI.NEWS. "Semoga warna yang cerah ini bisa lebih membawa cerah juga dunia sepakbola di Kabupaten Bansung," imbuhnya.
Launching jersey baru klub sepak bola yang bermaterikan buruh/pekerja industri di Kabupaten Bandung berlangsung pada Rabu, 3 Mei 2023, pukul 16.00 — 19.00 WIB.
Muslic yang juga manager Rebo FC menjelaskan bahwa penamaan klubnya Rebo FC akronim dari Resep (senang) maen Bola. “Penamaan klub hanya spontan dari anak-anak pemain. Ternyata akronim yang bagus dan mudah diingat,” ujar aktivis buruh ini.
“Acara akan diisi dengan fun game menendang ke gawang berhadiah, event foto, dan doorprize lainnya," ungkap pria yang juga aktif kegiatan keagamaan di daerahnya ini.
Ia berharap dengan hadirnya klub sepak bola dari komunitas buruh/pekerja ini bisa mewarnai event-event sepak bola di Kabupaten Bandung. “Dengan jersey baru, semoga memberikan semangat baru, dan menjadi bagian yang meramaikan dunia sepak bola di Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Pernah Jaya
Menurut salah satu tokoh buruh/pekerja yang juga Ketua PC KEP SPSI Kabupaten Bandung H. Usep Mulyana, sepakbola di kalangan buruh/pekerja pernah jaya, bahkan dari Kabupaten Bandung sering diundang ke berbagai daerah. "Kebetulan saat launching jersey baru Rebo FC ini juga dihadiri para mantan pemain sepakbola yang kebetulan pekerja di PT. Papirus. Mereka pada jamannya banyak diundang ke luar daerah," ungkap Usep.
Ia merasa sangat senang generasi dibawahnya, Muslichudin, bisa menjadi motor penggerak para buruh dan pekerja ini. "Memang kemeriahannya belum seperti dulu ketika industri di Kabupaten Bandung sedang jaya-jayanya, sekarang banyak yang terpuruk dan berpengaruh juga terhadap aktifitas pekerja/buruhnya, " ungkap Usep.
Ia dan teman-temannya di PT Papirus merasa beruntung, ketika banyak industri yang kolaps perusahaan tempatnya bekerja masih memberikan perhatian penuh pada para pekerjanya, dan tidak pernah mengurangi hak-hak pekerja.
"Kita masih beruntung karena pihak perusahaan memberikan perhatian penuh pada pekerja, dan tidak pernah mengurangi hak-hak pekeeja, sehingga mereka tetap bergairah dan bisa menjalankan kreativitas seperti ini," pungkasnya. @mpa/asa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!